Sayangi Kesehatan Mental dengan Jauhi Diri dari Overthinking
Tanggal : 06 Dec 2021
Ditulis oleh : FADHILA UZLIFATI MATSNA
Disukai oleh : 0 Orang
Sayangi Kesehatan Mental dengan Jauhi Diri dari Overthinking
Oleh: Fadhila Uzlifati Matsna
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Mahasiswa Pendidikan Kimia
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Overthinking atau terlalu banyak berpikir, merupakan salah satu ganggguan kecemasan atau anxiety disorder yang sering dialami oleh seseorang dengan trauma. Biasanya mereka cenderung takut dan tidak percaya diri atas kemampuannya sendiri.
Sebenarnya, bagi sebagian orang overthinking mungkin dapat membantu karena membuat mereka menjadi lebih was-was dalam bertindak sebelum mengambil sebuah keputusan. Overthinking yang tidak berlebihan tidak dianggap sebagai gangguan mental. Meskipun demikian, jika sikap overthinking itu terlalu berlebihan maka akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental. Hal tersebut dapat terjadi karena jika sesorang yang memikirkan sesuatu secara berlebihan dapat membuang energi dan dapat menimbulkan kecemasan, serta dapat menganggu kualitas tidur sehigga bisa menurunkan produktivitas kita dalam keseharian.
Terdapat sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa memikirkan kekurangan, kesalahan, dan masalah hanya meningkatkan risiko masalah kesehatan mental. Ketika kesehatan mental menurun, kecenderungan seseorang untuk merenung justru meningkat. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa terlalu overthinking malah menyebabkan tekanan emosional yang serius. Lantas bagaimana cara mengatasi overthinking yang berlebihan?
Pertama,berhenti sejenak, rileks, dan cari tahu penyebabnya. Hal yang paling utama yang harus dilakukan adalah kamu harus mengetahui dan menyadari bahwa kamu mempunyai kebiasaan overthinking. Setelah itu, cobalah untuk tenang. Jika kamu sudah merasa lebih tenang, cari akar masalah yang membuatmu overthinking. Jika perlu, tulislah apa yang kamu pikirkan, kemudian baca satu persatu. Lalu temukan pikiran-pikiran yang sebenarnya tidak perlu dan di coret dari daftar tersebut. Berhentilah sejenak untuk memikirkan sesuatu-sesuatu yang belum pasti terjadi di pikiranmu.
Kedua,cobalah untuk berpikiran terbuka. Membuka pikiran bisa membantumu mencari solusi dari permasalahan yang ada. Lihatlah masalah dari sudut pandang yang berbeda. Buang jauh-jauh pikiran negatif dan ganti dengan pikiran yang positif. Pikiran yang positif akan mengubah mindset yang lebih baik dan mempermudah kita dalam mencari solusi dan mengambil keputusan.
Ketiga,tantang ketakutanmu sendiri. Rasa takut bisa menghambat keberhasilan seseorang. Jika kamu terlalu banyak mempertimbangkan sesuatu yang tanpa kamu sadar itu tidak penting, hal tersebut dapat membuat rasa takut dan menghambat langkah kamu dalam mengambil keputusan. Tantang ketakutanmu itu dengan cara memberi reward untuk dirimu sendiri jika kamu berhasil melawannya. Dengan begitu, kamu tak akan tenggelam dalam rasa takut yang berlarut-larut.
Keempat, beri batas waktu untuk mengambil keputusan. Overthinking biasanya datang ketika seseorang dihadapkan dengan pengambilan keputusan yang besar. Masalah yang besar harus diselesaikan dengan keputusan yang tepat. Tak heran jika kamu mengambil keputusan tersebut secara hati-hati dan memikirkannya dalam waktu yang cukup lama. Namun, tanpa sadar pengambilan keputusan yang terlalu lama akan merugikan diri sendiri karena kamu telah kehilangan waktu yang cukup banyak. Oleh karena itu, beri batas waktu dalam pengambilan keputusan. Dengan begitu, kamu memiliki waktu kapan harus memikirkannya dan kapan harus berhenti untuk memikirkannya.
Kelima, luangkan waktu untuk refreshing. Kamu bisa melakukan apa saja yang menjadi hobimu agar pikiran tidak jenuh dan stres. Lakukan waktu dari segala aktivitas keseharianmu untuk refreshing sejenak. Gunakan waktu ini untuk memulihkan kondisi agar kamu bersemangat. Dengan begitu, kamu bisa kembali kepada fokus tujuan yang hendak kamu capai.
Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menghindari sikap overthinking yang berlebihan. Hal-hal sederhana tersebut bisa mengurangi beban pikiranmu. Kontrolah pikiranmu agar hidupmu tetap seimbang.
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial