Sisi Manfaat Mangrove Bagi Lingkungan
Tanggal : 28 Oct 2021
Ditulis oleh : LEGENDARIA RAULA SAPUTRI
Disukai oleh : 1 Orang
Sisi Manfaat Mangrove bagi Lingkungan
Oleh: Legendaria Raula Saputri
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Mangrove atau disebut juga hutan bakau adalah jenis tanaman dikotil yang hidup di habitat air payau dan air laut. Mangrove merupakan tanaman hasil dari kegiatan budidaya atau diambil dari alam. Tanaman mangrove tidak dilindungi/dilarang untuk memanfaatkan bagian-bagian tanaman tersebut. Misalnya dimanfaatkan untuk dijadikan bahan baku kosmetik/farmasi atau bahan tambahan tekstil (Dirjen P2HP, 2015).
Sementara itu, hutan mangrove adalah salah satu jenis hutan yang banyak ditemukan pada kawasan muara dengan struktur tanah rawa dan/atau padat. Mangrove menjadi salah satu solusi yang sangat penting dalam mengatasi berbagai jenis masalah lingkungan terutama yang disebabkan oleh rusaknya habitat untuk hewan. Kerusakan ini biasanya tidak hanya berdampak untuk hewan, akan tetapi juga untuk manusia. Dan mangrove selama ini telah menjadi pelindung lingkungan yang sangat besar (Ana, 2015). Hutan mangrove merupakan suatu kawasan yang berfungsi sebagai penghubung antara lautan dan daratan (Dharmawan & Siregar, 2008).
Tanaman mangrove sangat bermanfaat jika banyak ditanam pada pesisir pantai. Namun, ternyata tidak banyak orang tahu bahwa mangrove adalah tanaman penghasil Oksigen. Jika dikaji lebih dalam tanaman ini bisa dijadikan sebagai objek penelitian mangrove menjadi salah satu subjek utama bagi pengembangkan lingkungan di Indonesia. Banyak lembaga sosial yang bergerak dalam bidang lingkungan terus mensosialisasikan manfaat mangrove.
Meskipun demikian hingga kini masih menjadi sebuah tanda tanya besar mengapa studi tentang mangrove masih sangat terbatas. Apakah karena metodenya yang dianggap rumit atau karena faktor lain. Pada tingkat peneliti sekalipun, studi-studi sederhana untuk mangrove masih sangat terbatas, padahal studi-studi tersebut sangat penting untuk mendukung upaya pengelolaan mangrove secara tepat dan lestari.
Padahal, hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat besar bagi lingkungan hidup kita diantaranya yakni pertama, sebagai tumbuhan yang mampu menahan arus air laut yang mengikis daratan pantai. Dengan kata lain tumbuhan mangrove mampu untuk menahan air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai. Kedua, sebagaimana fungsi tumbuhan yang lain, mangrove juga memiliki fungsi sebagai penyerap gas karbondioksida (CO2) dan penghasil oksigen (O2). Ketiga, hutan mangrove memiliki peran sebagai tempat hidup berbagai macam biota laut seperti ikan-ikan kecil untuk berlindung dan mencari makan. Selain binatang laut, bagi hutan mangrove yang ruang lingkupnya cukup besar sering terdapat jenis binatang darat di dalamnya seperti kera dan burung.
Dharmawan dan Siregar (2008) menyatakan bahwa meningkatnya kandungan karbondioksida (CO2) di atmosfer merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan iklim dunia. Pengurangan emisi CO2 melalui berbagai vegetasi hutan sangat diperlukan. Dari beberapa fungsi hutan bakau yang telah dipaparkan tersebut, tentunya hal yang paling penting bagi kelangsungan hidup kita adalah fungsi hutan mangrove sebagai penghasil oksigen (O2) dan penyerap gas karbondioksida serta sebagai pencegahan abrasi.
Rusaknya hutan mangrove dapat mengakibatkan hilangnya fungsi-fungsi di tersebut. Bayangkan jika hutan rusak, tak ada lagi sesuatu yang mampu menghasilkan oksigen (O2) untuk kita bernapas, tidak ada lagi sesuatu yang dapat menyerap gas (CO2) yang merupakan gas beracun berbahaya bagi tubuh manusia, serta tak ada lagi suatu pertahanan kokoh yang mampu menahan laju abrasi.
Dikutip dari The Morphogenetic Effect of Oxygen on Roots (1964), tentu saja menggemburkan tanah adalah cara untuk memperbanyak ruang, sehingga oksigen dapat lebih banyak masuk kedalam tanah atau biasa disebut dengan aerasi. Karena tanah pada daerah pesisir sudah basah oleh karena itu suplai oksigen dari tanaman bakau sangat membantu untuk kehidupan manusia. Tumbuhan bakau atau mangrove memiliki akar khusus yang tinggi dan kuat. Bentuk akar bakau memungkinkannya tetap mendapatkan pasokan oksigen yang cukup walau berada pada lingkungan basah dan berlumpur.
Habitat mangrove dapat berperan penting dalam program pendidikan, rekreasi, konservasi, dan penelitian. Kita juga dapat menjadikan ekosistem mangrove sebagai tempat belajar secara langsung mampu menumbuhkan rasa keikutsertaan kita dalam menjaga cagar alam, suaka marga satwa, taman nasional, serta cagar biosfer.
Link Koran : https://harianmomentum.com/read/37325/harian-momentum-edisi-28-oktober-2021
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial