Stres atau Depresi??
Tanggal : 30 Dec 2022
Ditulis oleh : FAIZAH AFIFAH ANNIASIYAH
Disukai oleh : 0 Orang
Stres atau Depresi??
Oleh: Faizah Afifah Anniasiyah
Mahasiswa Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga
Stres ataupun depresi jelas sudah tidak asing lagi bagi kita. Kita dalam kehidupan sehari-hari jika merasa tertekan atau pusing akan sesuatu hal pasti berpikir kearah stres. Terlebih lagi para mahasiswa ataupun orang dewasa jelas tidak jauh dari hal ini. Padahal gak semua sakit kepala ketika melihat tugas bisa diartikan sebagai stres. Akan tetapi tidak bisa diartikan juga sebagai depresi. Stres ataupun depresi bisa terjadi di kalangan manapun, baik ketika masih anak-anak, remaja, maupun dewasa.
Banyak orang dari berbagai kalangan menganggap bahwa stres dan depresi merupakan hal yang sama. Padahal dua kata itu memiliki makna yang berbeda. Stres itu terjadi karena ada pemicu, tapi untuk depresi pemicu tidak selalu diperlukan. Depresi bisa terjadi tanpa adanya pemicu.
Stres juga sering disalah artikan sebagai salah satu mental illness. Padahal stres tidak termasuk kedalam mental illness. Stres dapat kita anggap sebagai salah satu cara manusia bertahan hidup. Karena didalam kondisi itulah kita akan merasakan emosi yang akan kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi meskipun begitu stres juga tidak dapat dianggap sebagai hal yang remeh. Akan tetapi jika stres berkepanjangan dan tidak segera diatasi, itu akan menimbulkan depresi atau mental illness.
Mengutip dari Mental Health Foundation, stres pada dasarnya adalah respons tubuh kita terhadap tekanan yang disebabkan oleh suatu situasi atau peristiwa dalam hidup kita. Tentu saja, setiap orang memiliki alasannya sendiri untuk merasa stres karena kecenderungan sosial, ekonomi, lingkungan, dan genetik. Beberapa hal umum yang membuat kita merasa stres bisa jadi ketika kamu mengalami sesuatu yang baru atau tidak terduga atau ketika kamu merasa kehilangan kendali atas situasi yang Anda alami.
Stres memiliki dampak yang tidak hanya terjadi didalam kejiwaan tapi juga tubuh kamu. Beberapa dampak dari stres ialah rambut yang menipis karena kebotakan; insomnia; sakit kepala; sariawan dan bibir kering. Bahkan stres juga berdampak kepada hormon yang bekerja dalam sistem reproduksi, yaitu kurangnya produksi sperma pada pria dan nyeri haid hebat pada wanita. Jadi stres itu sama sekali tidak bisa dianggap remeh dan harus segera diatasi.
Sedangkan depresi, menurut American Psychiatric Association (APA), depresi adalah kondisi medis umum dan serius yang secara negatif memengaruhi perasaan, cara berpikir, dan cara kamu bertindak. Untungnya, itu juga bisa diobati. Depresi dapat menyebabkan perasaan sedih atau kehilangan minat pada aktivitas yang dulunya kamu minati. Ini dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik serta memengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi secara optimal dimanapun kamu berada.
Ciri-ciri orang depresi bisa dilihat dari segi sikap ataupun fisik orang tersebut. Dalam segi sikap kita bisa melihat dari sikapnya yang selalu merasa cemas dan khawatir yang berlebihan, suasana hati yang buruk atau sedih secara berkelanjutan, mudah marah atau sensitif, dan mudah menangis, sulit berkonsentrasi, berpikir, dan mengambil keputusan.
Sedangkan dari segi fisik kita bisa melihat dari dia yang selalu merasa kelelahan dan tidak bertenaga, selera makan menurun atau tidak berselera makan, terlalu banyak tidur, pusing atau nyeri yang tidak jelas penyebabnya, gerak tubuh dan cara bicara lebih lambat dari biasanya, berat badan turun atau malah naik secara drastis.
Baik stres ataupun depresi, Kedua hal tersebut bukanlah hal yang baik. Jika kamu merasa hal tersebut sudah sangat mengganggu aktivitas kamu, akan lebih baik jika kamu segera berkonsultasi dan tidak berasumsi sendiri, karena akan lebih baik jika itu diperiksa oleh ahlinya. Jika memang sudah tak tertahankan, jangan ditahan karena itu sama sekali tidak baik untuk kesehatan mu tidak hanya mental tapi juga fisik mu. Take care of your health, cause mental illness is the worst for your body or your mind.
https://harianmomentum.com/read/45293/harian-momentum-edisi-29-desember-2022