Stress: Gangguan Kesehatan Mental Yang Sering Dialami di Masa Pandemi
Tanggal : 07 Sep 2021
Ditulis oleh : Nur Aini Eka Sari
Disukai oleh : 0 Orang
Kesehatan mental merupakan sebuah kondisi dimana individu terbebas dari segala bentuk gejala-gejala gangguan mental. Individu yang sehat secara mental dapat menjalankan hidupnya secara normal khususnya saat menyesuaikan diri untuk menghadapi masalah-masalah yang akan ditemui sepanjang hidup seseorang dengan menggunakan kemampuan pengolahan stress-nya.
Kesehatan mental merupakan hal penting yang harus diperhatikan selayaknya kesehatan fisik. Diketahui bahwa kondisi kestabilan kesehatan mental dan fisik saling mempengaruhi. Gangguan kesehatan mental bukanlah sebuah keluhan yang hanya diperoleh dari garis keturunan. Tuntutan hidup yang berdampak pada stress berlebih akan berdampak pada gangguan kesehatan mental yang lebih buruk.
Memahami dan menjaga kesehatan mental perlu dilakukan oleh setiap individu untuk menghindari terjadinya penyakit atau gangguan mental yang sering disebut stress atau bahkan menjadi lebih parah yang mengarah menjadi depresi. Kesehatan mental merupakan tanggungjawab masing-masing individu terhadap dirinya sendiri. Pasalnya, kita tidak bisa mengandalkan orang lain untuk menjaga kesehatan mental kita. Kesehatan mental dinilai sangat penting bagi banyak individu tetapi juga masih dipandang sebelah mata oleh beberapa individu. Anggapan bahwa mental mereka tidak akan terganggu karena mereka selalu merasa bahagia dan bersikap tak acuh apabila mendapat masalah dalam hidupnya, dengan kata lain mereka dapat meng-handle masalah yang sedang mereka hadapi masih sering menjadi alasan orang acuh dengan kesehatan mental.
Pandemi virus corona yang terjadi di Indonesia menyebabkan banyak kegiatan dan aktivitas menjadi terhambat. Beberapa sektor penting terpaksa harus dilumpuhkan guna memutus rantai penyebaran virus ini salah satunya yaitu pendidikan. Terhitung mulai bulan Maret 2020 hingga Januari 2021 siswa dan mahasiswa harus belajar secara online (daring) di rumah masing-masing. Laptop dan handphone-lah yang menjadi teman mereka sehari-hari, tidak bertemu dengan orang lain bahkan tidak melakukan interaksi sosial. Banyak diantara mereka yang merasa jenuh dan stress, namun beberapa diantaranya ada yang sangat menikmati teman baru mereka tersebut.
Pandemi yang tidak disangka-sangka akan berlangsung sangat lama ini ternyata sangat mempengaruhi kesehatan mental seseorang dan menyebabkan stress pada sebagian orang. Pasalnya, seseorang tidak dapat bertemu dengan teman-temannya untuk sekedar bercanda gurau dan tertawa bersama. Di masa sekarang ini sangat sulit rasanya untuk bertemu dengan teman. Kita hanya bisa berinteraksi melalui media sosial seperti Whatsapp, Instagram, Facebook, Twitter, dan lain-lain. Meskipun beberapa aplikasi tersebut dapat memudahkan interaksi sosial, namun tetap tidak bisa menggantikan rasa senang ketika kita dapat berinteraksi dengan teman secara langsung. Kurangnya interaksi sosial secara langsung dengan orang lainlah yang menjadi pemicu munculnya gangguan mental pada seseorang. Selain itu, beban yang sedang dihadapi oleh seseorang juga merupakan salah satu pemicu munculnya gangguan mental. Beban tersebut misalnya, masalah dengan teman, tugas kuliah atau sekolah yang menumpuk, masalah asmara, atau bahkan masalah keluarga. Beban tersebut akan terasa lebih ringan atau bahkan dapat hilang dengan kita bertemu, bermain, dan bercanda dengan teman.
Masa pandemi seperti ini, penyakit mental kategori ringan seperti stress lebih mudah menyerang seseorang, terlebih jika orang tersebut tidak mampu mengendalikan emosinya sendiri. Biasanya, seseorang, dalam hal ini mahasiswa atau siswa, merasa stress karena banyaknya tugas yang menumpuk ditambah dengan beberapa masalah yang menganggu pikirannya. Mereka merasa seakan memiliki beban yang sangat berat yang akhirnya menjadikan mereka overthinking atau terlalu memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu terlalu dipikirkan. Ditambah dengan tidak adanya suasana baru karena himbauan dari pemerintah untuk dirumah saja, kemudian mereka merasa sendiri dan tidak memiliki teman untuk bercerita. Hal tersebutlah yang menyebabkan meningkatkan gangguan mental di masa pandemi ini. Padahal sekedar bertemu dengan teman lalu tertawa bersama teman dinilai dapat membuat seseorang sedikit melupakan masalah yang sedang dihadapinya sehingga dapat membuat kesehatan mentalnya lebih terjaga.
Menurut beberapa mahasiswa, mereka merasa lebih stress sejak mereka di rumahkan dan tidak banyak bertemu dengan orang lain untuk sekedar berinteraksi. Dalam hal ini membuktikan bahwa interaksi sosial secara langsung dengan orang lain sangat berhubungan erat dengan meningkatnya gangguan mental terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Sehingga kita harus mampu untuk membuat suasana paling nyaman selama kita di rumah saja.
Adanya gangguan mental tersebut juga dapat berdampak ke kesehatan fisik seseorang. Banyak penyakit yang datangnya dari pikiran. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan mental kita, terlebih pada masa pandemi seperti ini. Kesehatan mental juga harus lebih diperhatikan dan menjadi prioritas kedua setelah kesehatan fisik akibat virus corona ini. Apabila kita dapat mengolah stress dan emosi dengan baik, tentulah kesehatan mental kita akan lebih terjaga dan kita akan terhindar dari stress.
http://m.harianmomentum.com/read/36255/harian-momentum-7-september-2021