Tantangan Pembelajaran Online (Daring)
Tanggal : 01 Oct 2021
Ditulis oleh : Nur Aini Eka Sari
Disukai oleh : 0 Orang
TANTANGAN PEMBELAJARAN ONLINE (DARING)
Pandemi virus corona yang terjadi di Indonesia menyebabkan banyak kegiatan dan aktivitas menjadi terhambat. Beberapa sektor penting terpaksa harus dilumpuhkan guna memutus rantai penyebaran virus ini salah satunya yaitu sektor pendidikan. Terhitung mulai bulan Maret 2020 hingga Januari 2021 siswa dan mahasiswa harus belajar secara online (daring) di rumah masing-masing. Laptop dan handphone-lah yang menjadi teman mereka sehari-hari, tidak bertemu dengan orang lain bahkan tidak melakukan interaksi sosial. Pandemi virus corona menyebabkan semua sarana pendidikan baik sekolah atau kampus harus ditutup untuk beberapa waktu. Hal tersebut membuat dosen dan guru harus mencari metode mengajar yang sesuai dengan kondisi sekarang tetapi juga tepat bagi siswa ataupun mahasiswanya. Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah menghimbau untuk diberlakukannya sekolah atau pembelajaran online di semua daerah tanpa terkecuali agar pendidikan di Indonesia dapat tetap berjalan dan tidak tertinggal dengan negara-negara lain. Sekolah atau pembelajaran online tersebut sering kita sebut sebagai daring.
Daring atau pembelajaran online adalah metode pembelajaran secara tidak langsung yang akhir-akhir ini menjadi metode yang diterapkan dalam dunia pendidikan salah satunya pendidikan di Indonesia. Metode pembelajaran online ini menggunakan media pembelajaran berupa aplikasi zoom, google meeting, ataupun aplikasi-aplikasi pembelajaran lain sebagai alat atau sarana untuk berinteraksi antara guru dengan siswanya. Namun, tidak jarang guru atau dosen juga menggunakan youtube sebagai sarana pembelajaran. Dipilihnya metode pembelajaran ini, karena dinilai dapat menggantikan metode pembelajaran yang dulu untuk beberapa waktu. Namun, nahasnya sampai saat ini daring masih menjadi metode pembelajaran yang utama dalam pendidikan di Indonesia. Metode daring ini mulai diberlakukan di Indonesia terhitung sejak bulan Maret 2020.
Sejak diberlakukannya pembelajaran online, banyak diantara siswa atau mahasiswa yang merasa keberatan dan tidak bisa mengikuti pembelajaran online dengan baik karena beberapa alasan, antara lain sinyal yang buruk, kuota internet yang kurang memadai, atau bahkan tidak adanya sarana yang cukup baik untuk belajar secara online. Namun, banyak juga diantara siswa atau mahasiswa yang semangat untuk belajar secara online karena dinilai sangat mudah dilakukan. Pasalnya mereka tidak perlu mandi dan pergi ke kampus untuk belajar. Mereka hanya tinggal membuka handphone atau laptop kemudian mendengarkan guru atau dosen memberikan materi sambil mencatat. Pada masa-masa awal diberlakukannya sekolah online ini, banyak tenaga pendidik yang masih belum dapat menyesuaikan cara mengajarnya dengan metode yang digunakan saat ini sehingga materi yang ingin disampaikan kurang maksimal.
Sampai saat ini metode belajar online ini dinilai kurang efektif bagi siswa ataupun mahasiswa. Pasalnya mereka yang terhalang sinyal buruk akan sulit untuk mengikuti perkuliahan yang mengakibatkan mereka ketinggalan materi. Selain itu, tidak jarang juga ada siswa atau mahasiswa yang ketiduran ketika kelas online. Bahkan banyak juga diantara siswa atau mahasiswa yang malas mendengarkan materi yang disampaikan oleh dosen atau guru mereka karena dinilai kurang mampu meningkatkan semangat belajar. Bertatap muka hanya melalui handphone atau lapotop saja dapat membuat semangat belajar menurun sehingga pemahaman materi juga menurun.
Kesulitan dosen untuk menjelaskan materi karena keterbatasan media pembelajaran juga menjadi salah satu alasan kurangnya tingkat pemahaman siswa atau mahasiswa terhadap suatu materi. Ada beberapa materi yang memang sulit jika tidak dijelaskan secara langsung. Selain itu, ketika sekolah online atau daring seperti ini siswa dengan guru tidak melakukan interaksi secara langsung, hal tersebut juga berpengaruh terhadap tingkat pemahaman siswa mengenai suatu materi. Interaksi secara langsung dari dosen atau guru dengan siswa atau mahasiswanya juga dinilai mampu untuk meningkatkan pemahaman siswa atau mahasiswa terhadap suatu materi. Ada beberapa dosen yang menggunakan whatsapp sebagai media untuk mengajarnya, sehingga siswa atau mahasiswa selama kuliah hanya membuka roomchat grupnya saja tanpa menyimak materi, atau bahkan ada yang hanya sekedar menjawab salam saja.
Namun, pembelajaran online menggunakan aplikasi zoom atau google meeting juga tidak dapat menjamin siswa akan paham dan memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh dosen. Terkadang siswa paham dengan materi yang diberikan dosen pada waktu dosen memberikan materi tersebut tetapi, kemudian materi tersebut juga mudah hilang dari ingatan karena kurang membekas. Hal tersebut jauh berbeda dengan belajar secara langsung atau tatap muka. Oleh karena itu, tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh dosen atau guru ketika sekolah online atau daring ini dapat menurun karena beberapa hal yang telah dijelaskan diatas.
http://m.harianmomentum.com/read/36689/harian-momentum-edisi-27-september-2021