Teknologi dalam pendidikan, kemajuan atau beban?
Tanggal : 20 May 2025
Ditulis oleh : AULINA MAHARDIANI
Disukai oleh : 0 Orang
Teknologi Dalam Pendidikan, Kemajuan atau Beban?
Oleh: Aulina Mahardiani
Diera globalisasi saat ini banyak hal yang perlu kita perhatikan terutama semakin berkembangnya teknologi dari masa ke masa. Teknologi merupakan sebuah perkembangan pengetahuan manusia yang dirancang untuk mempermudah, mempercepat, bahkan bisa membantu manusia menjalankan kehidupan. Teknologi tidak hanya berupa perangkat fisik yang bisa terlihat oleh mata kepala manusia, tetapi mencakup sistem, proses, dan ide ide yang dapat memudahkan seseorang menyelesaikan masalah dengan lebih efisisen.
Kemajuan teknologi telah mengubah banyak aspek dalam kehidupan kita, termasuk juga dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, hal yang perlu diperhatikan di gempuran melesatnya perkembangan teknologi salah satunya yaitu di bidang pendidikan. Kemajuan teknologi telah mendorong terciptanya pengalaman belajar yang jauh lebih interaktif dan menarik. Buku teks digital, media pembelajaran interaktif,dan simulator virtual merupakan beberapa contoh penggunaan teknologi yang telah mengubah para pelajar memahami materi pembelajaran yang lebih baik. Tidak hanya itu, dengan adanya bantuan teknologi, para guru pun dapat menggunakan metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Teknologi telah membuka pintu bagi pelajar untuk mempermudah mendapatkan akses sumber daya pendidikan di seluruh dunia. Jika kita perhatikan, memang begitu banyak pengaruh baik melesatnya teknologi bagi pendidikan, tetapi kita jangan terlalu melihat pada dampak psitifnya saja karena dibalik itu semua tidak kalah banyak juga dampak negative teknologi pada pendidikan. Tidak sedikit pelajar yang terganggu karena adanya penggunaan teknologi pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Teknologi dapat memberikan dampak negative bagi siswa yang tidak menggunakannya secara bijak dan untuk kebaikan bersama.
Tentunya sangat banyak sekali tantangan yang harus dihadapi seorang guru dan murid saat melakukan pembelajaran menggunakan suatu teknologi masa kini, contohnya smartphone agar pembelajaran tetap efektif. Karna di era digital ini smartphone sangat penting untuk berlangsungnya kegitan pembelajaran di kelas. Jadi jika suatu pembelajaran yang membutuhkan smartphone ditiadakan akan menghambat suatu pembelajaran. Lalu apa sajakah tantangan yang harus dihadapi seorang pelajar dan pengajar saat penggunaan teknologi pada pembelajaran?
Pastinya sangat banyak sekali tantangan untuk guru dan murid dalam penggunaan teknologi saat pembelajaran. Sebagai contoh yang biasa terjadi yaitu mulai dari keterampilan hingga aksesibilitas. Bagi guru, tantangan utama adalah adaptasi terhadap perangkat dan platform digital yang terus berkembang, yang memerlukan pelatihan khusus untuk memastikan pengajaran tetap efektif. Sementara itu, murid sering kali menghadapi hambatan dalam hal akses terhadap perangkat ataupun koneksi internet yang tidak memadai. Selain itu, tidak semua murid memiliki kemampuan literasi digital yang memadai untuk belajar dengan berbasis teknologi. Tantangan tantangan tersebut menuntut kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang inklusif.
Namun ada beberapa tantangan yang lebih berat yang harus dihadapi oleh pelajar dan pengajar yang mungkin akan lebih susah diatasi daripada tantangan tantangan yang sudah disebutkan diatas. Salah satu contoh tantangan utama dalam penggunaan teknologi pada pembelajaran adalah kebiasaan murid yang kurang baik yang terlalu mengandalkan teknologi sehingga mengurangi kemampuan belajar mandiri dan berpikir kritis. Tidak sedikit pelajar di masa ini yang kurang literasi belajar karena terlalu mengandalakan teknologi berupa Al. Ketergantungan ini sering terlihat ketika murid lebih memilih mencari jawaban instan di internet daripada berusaha memahami konsep atau menyelesaikan masalah secara pribadi dan mandiri. Akibat dari itu, mereka cenderung memiliki pemahaman yang dangkal dan kurang mampu mengembangkan keterampilan analisis. Selain itu penggunaan teknologi juga bisa mengganggu bagi berlangssungnya pembelajaran bagi anak yang tidak bertanggung jawab yang menggunakan teknologi berupa smartphone tidak bijak dalam penggunaanya contohnya penggunaan media sosial atau bermain game saat pembelajaran berlangsung dan saat guru sedang menjelaskan di kelas. Hal itu termasuk penggunaan teknologi yang menyebabkan distraksi yang dapat mengalihkan perhatian dari proses belajar
Dibalik itu semua ada guru yang bisa dibilang lebih besar tantangannya saat murid terlalu mengandalkan teknologi dan kurang belajar mandiri adalah bagaimana mengubah pola pikir murid tanpa membuat mereka merasa tertekan atau kehilangan minat belajar. Guru perlu menemukan cara untuk menanamkan pentingnya proses berpikir kritis dan belajar mendalam, sambil tetap memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu, bukan sebagai solusi instan.
Kesulitan lain adalah mendeteksi sejauh mana murid benar-benar memahami materi, karena murid mungkin hanya menyajikan jawaban hasil pencarian tanpa benar-benar memahami konsepnya. Selain itu, guru juga menghadapi tantangan dalam merancang metode pembelajaran yang dapat memotivasi murid untuk berusaha lebih keras, seperti memberikan tugas berbasis proyek atau diskusi yang membutuhkan pemikiran analitis. Guru harus memiliki kesabaran ekstra dan kreativitas untuk menghadapi situasi ini, terutama jika murid menunjukkan ketergantungan yang berulang pada teknologi tanpa upaya belajar mandiri.
Maka dari itu kita harus memperhatikan sisi positive dan negative saat ingin menggunakan teknologi pada pembelajaran. Karna yang harus menyadarinya bukan dari gurunya saja melainkan murid yang harus lebih sadar dan pandai dalam penggunaan teknologi. Karna dari berbagai tantangan yang sudah disebutkan ini memerlukan pendekatan yang seimbang, di mana teknologi digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi tetap mendorong murid untuk aktif berpikir, mengeksplorasi, dan menyelesaikan masalah secara mandiri.
Setelah kita mengetahui begitu banyak sisi positive maupun negativenya penggunaan teknologi pada pendidikan, solusi utama yang harus diterapkan ada pada seorang guru. Guru harus lebih meningkatkan pengawasan untuk memastikan murid menggunakan teknologi secara bijak, seperti dengan menetapkan batasan waktu atau aturan tertentu dalam pembelajaran. Guru juga perlu memberikan tugas berjenjang yang mengombinasikan teknologi dan aktivitas manual, seperti menulis tangan atau brainstorming ide, guna melatih keterampilan mendasar. Pendekatan ini, didukung oleh umpan balik yang konstruktif dari guru, dapat membantu murid memahami bahwa teknologi adalah alat pelengkap, bukan pengganti upaya belajar mereka. Itu semu bisa menjadi solusi agar penggunaan teknologi pada pendidikan bisa lebih membantu bukan mengganggu.
POST TEBARU
- Kimia untuk Kehidupan, Bukan Sekedar Nilai Ujian
- Telaah Kritis terhadap Perubahan Kurikulum di Indonesia: Transformasi Pembelajaran atau Pergantian Program Kerja?
- Juara 3 lomba bola volly
- Simfoni Keberagaman Mengalun Damai di Tanah Pendidikan dan Kebudayaan hvs
- Whoos Ambisi Modernisasi dan Beban Finansial