Tetap Percaya Diri Meski Berjerawat
Tanggal : 20 Dec 2022
Ditulis oleh : KHOTIJAH SUKI ZUHROWATI
Disukai oleh : 0 Orang
Tetap Percaya Diri Meski Berjerawat
Oleh: Khotijah Suki Zuhrowati
Mahasiswa Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Memiliki kulit yang sehat, putih, dan bersih adalah dambaan bagi setiap orang. Apalagi, bagi seorang perempuan. Memiliki kulit yang glowing seolah sudah menjadi tujuan hidup. Banyak sekali perempuan di luar sana yang melakukan berbagai macam cara agar kulitnya terlihat glowing. Memiliki kulit wajah yang bersih, glowing, tanpa pori-pori, tanpa jerawat, dan flek hitam merupakan dambaan bagi banyak perempuan. Namun, untuk meraih kulit yang glowing, sehat, dan tanpa permasalahan merupakan hal yang tidak mudah. Apalagi bagi para pejuang jerawat.
Pejuang jerawat dalam konteks ini berarti orang-orang yang mengalami permasalahan dengan jerawat, baik jerawat pada bagian wajah maupun bagian tubuh lainnya. Bagi pejuang jerawat, memiliki wajah yang mulus seolah seperti pepatah “bagai pungguk merindukan bulan”. Bagaimana tidak, menghilangkan jerawat bukan perkara yang mudah. Tetapi, jika kita mengetahui penyebab jerawat yang muncul itu apa, maka kita akan lebih mudah menyembuhkan dan mengatasi jerawatnya.
Timbulnya jerawat disebabkan oleh penyumbatan di pori-pori kulit, tepatnya di akar rambut (folikel rambut). Pada folikel rambut, terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) yang normalnya memproduksi minyak (sebum) untuk menjaga kelembapan dan melindungi kulit. Jerawat timbul jika saluran keluar minyak tersebut tersumbat akibat produksi minyak yang berlebihan, penumpukan sel-sel kulit mati, atau infeksi bakteri. Jerawat yang muncul dapat berupa bintik komedo atau benjolan pada area kulit yang banyak memiliki folikel rambut, seperti wajah, leher, bahu, dada, dan punggung. Bentuk dan ukuran jerawat tergantung pada tingkat keparahannya, mulai dari komedo hitam atau komedo putih, dan benjolan kecil kemerahan (papula dan pustula).
Selain karena penyumbatan pori-pori, terdapat beberapa faktor penyebab timbulnya jerawat antara lain faktor genetik, faktor lingkungan, faktor hormonal, faktor gaya hidup (seperti memiliki kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol), kurang tidur, stres, hingga asupan makanan, serta penggunaan kosmetik dan obat-obatan. Jika kita mengetahui apa penyebab jerawat yang kita alami, maka akan semakin mudah pula kita menyembuhkan jerawatnya. Walaupun terasa susah sekali sembuh, pasti akan ada saatnya jerawat yang kita alami sembuh dengan sendirinya. Tentunya dengan usaha seperti penggunaan obat totol jerawat dan gaya hidup yang sehat.
Pada dasarnya jerawat bukanlah penyakit berbahaya. Jerawat merupakan kondisi umum yang bisa terjadi pada siapa pun. Meski demikian, jerawat dapat meninggalkan bekas-bekas luka (acne scar), yaitu jaringan parut akibat penyembuhan jerawat yang tidak sempurna. Hal ini seringkali mengurangi kepercayaan diri orang yang mengalaminya. Seringkali seorang pejuang jerawat merasa insecure atau tidak percaya diri akibat jerawat yang dideritanya. Padahal sejatinya jerawat bukanlah penyakit menular atau aib yang harus ditutupi keberadaannya rapat-rapat.
Jerawat tidak selamanya dianggap buruk atau aib. Justru jerawat mengajarkan pada penderitanya untuk melatih kesabaran. Jerawat dianggap bisa melatih kesabaran karena proses penyembuhannya yang tidak sebentar. Butuh waktu berminggu-minggu untuk menyembuhkan jerawat itu sendiri. Apalagi dengan bekas jerawatnya. Biasanya penyembuhan bekas jerawat akan lebih lama jika dibandingkan dengan penyembuhan jerawat. Bagi para pejuang jerawat sabar adalah kunci utama.
Tidak jarang para pejuang jerawat sering dianggap sebelah mata. Orang-orang di luar sana banyak yang bersikap seolah jijik dengan jerawat sehingga membuat para pejuang jerawat merasa minder. Biasanya pejuang jerawat dianggap jorok ataupun tidak bisa menjaga kebersihan diri. Padahal banyak faktor penyebab jerawat tidak hanya seputar kebersihan saja, namun banyak faktor penyebab lainnya seperti yang sudah disebutkan di atas. Itulah mengapa menjadi seorang pejuang jerawat harus mempunyai mindset sabar. Mindset sabar dalam konteks ini tidak hanya sabar dalam menyembuhkan jerawat namun juga sabar dalam menghadapi reaksi atau cemoohan dari orang-orang sekitar.
Kebetulan saya juga seorang pejuang jerawat. Sudah sejak tahun 2020 saya berjuang melawan jerawat. Hal ini tentu tidak mudah. Saya awalnya merasa minder karena memiliki banyak sekali jerawat diwajah. Apalagi ketika mendengar banyak teman saya yang selalu menanyakan terkait jerawat saya yang tidak kunjung sembuh. Namun lambat laun, saya merasa percaya diri. Jerawat yang timbul di wajah saya bukan merupakan aib yang harus saya tutupi keberadaannya rapat-rapat.
Saya disini ingin mengajak para pejuang jerawat di luar sana untuk tetap percaya diri. Memiliki wajah yang bersih merupakan anugerah, pun dengan jerawat itu juga anugerah. Jerawat yang kita miliki bukan menjadi penghalang kita untuk melakukan aktivitas apapun. Justru jadikanlah jerawat yang kita miliki sebagai pacuan semangat kita untuk menjadikan diri kita lebih baik dari sebelumnya. Mungkin kita sebagai pejuang jerawat memiliki kekurangan yaitu jerawatan. Tetapi, di balik kekurangan itu kita pasti punya kelebihan yang masih dapat kita gali keberadaannya. Untuk pejuang jerawat diluar sana tetap semangat, pasti akan ada masanya jerawat kita sembuh dan kulit wajah kita menjadi glowing kembali.
https://m.harianmomentum.com/read/45047/harian-momentum-edisi-15-desember-2022