Untung Banyak di Bulan Ramadhan, Mau?

Tanggal : 03 May 2021

Ditulis oleh : MASITA ZUMNA MAULIDA

Disukai oleh : 1 Orang

Bulan Ramadhan memang bulan yang ditunggu – tunggu kedatangannya oleh umat muslim di seluruh dunia. Bulan Ramadhan menjadi bulan yang istimewa karena kitab suci Al – quran   diturunkan pada bulan Ramadhan atau yang disebut dengan Syahrul Quran. Tidak hanya itu saja, semua amalan yang dikerjakan pada bulan Ramadhan akan dilipat gandakan sampai 700 kali lipat kecuali puasa, sebagaimana hadist berikut:

Semua amalan anak adam akan dilipat gandakan untuk menjaga hati dalam islam agar ikhlas dan tenang (balasannya), satu kebaikan akan dibalas dengan 10 sampai 700 kali lipat.” Allah Swt. berfirman: “Kecuali puasa, sesungguhnya itu untuk-Ku, dan Aku yang langsung membalasnya. Hamba-Ku telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim)

Bayangkan saja, kita mengucap 1 istighfar pada bulan Ramadhan pahalanya bisa dilipat gandakan sampai 700 kali lipat. Itu baru istighfar, misalkan Anda sedekah bagi – bagi takjil senilai Rp. 100.000. Sama halnya seperti Anda investasi Rp. 100.000 bisa langsung untung 700 kali lipatnya, coba kita kalikan, kalau Rp. 100.000 kali 700, jadi Rp. 70.000.000. Wah padahal itu baru beberapa amalan saja, yuk kita lihat apa saja amalan yang bisa kita lakukan pada bulan Ramadhan.

1. Puasa

Sudah pasti puasa. Puasa pada bulan Ramadhan wajib hukumnya sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqarah:183)

Puasa di bulan Ramadhan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya mengharapkan pahala dari Allah. sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah,

Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan engkau untuk berpuasa, karena dibuka pintu surga, ditutup pintu neraka dan dibelenggu setan-setan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak berhasil, memeperoleh kebaikan, Sungguh ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya.” (An-Nasai dan Al-Baihaqi)

2. Membaca Al - Qur`an

Membaca Al-Qur`an sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan, karena pada bulan itulah diturunkan Al - Qur`an. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 185.

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS: al-Baqarah:185)

3. Sholat Tarawih

Shalat Tarawih disyari'atkan berdasarkan hadits 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata:

"Sesungguhnya Rasulullah  keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama Beliau. Di pagi hari, orang-orang memperbincangkannya. Ketika Rasulullah mengerjakan shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang Beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali memperbincangkannya. Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah keluar dan melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasulullah hanya keluar untuk melaksanakan shalat Subuh. Tatkala selesai shalat Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum muslimin, kemudian membaca syahadat dan bersabda, 'Sesungguhnya kedudukan kalian tidaklah samar bagiku, aku merasa khawatir ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup melaksanakannya." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

4. Menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar

Lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari pada seribu bulan yang tidak ada lailatul qadar dan pendapat paling kuat bahwa ia terjadi di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23,25,27, dan 29.

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS.al-Qadar :3)

 

 

5. I'tikaf

I'tikaf berarti berdiam di masjid untuk beribadah kepada Allah dengan cara tertentu sebagaimana telah diatur oleh syari'at. I'tikaf merupakan salah satu sunnah yang tidak pernah ditinggal oleh Rasulullah , seperti yang diceritakan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha:

"Sesungguhnya Rasulullah selalu i'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sesudah beliau." Muttafaqun 'alaih.

I’tikaf merupakan cara yang paling baik untuk mengejar Malam Lailatul Qadar.

Masih banyak lagi amalan – amalan yang dapat Anda lakukan dalam bulan Ramadhan, misalnya sedekah, umroh dan lain sebagainya. Tidak sedikit dari kita yang begitu banyak menyempatkan waktu untuk aktivitas dunia. Tapi terkadang sangat sedikit bagi kita memikirkan celengan akhirat. Namun tidak ada kata terlambat, mari kita bersama – sama, sedikit demi sedikit mengamalkan amalan yang paling ringan untuk kita.  Karena hanya dengan memulai saja kita sudah mendapatkan catatan amal kebaikan, dan siapa tau amalan yang baru kita mulai inilah yang menjadi penyelamat di akhirat kelak.

 

Koran Mata Banua

https://matabanua.co.id/2021/05/03/e-paper-harian-pagi-mata-banua-senin-3-mei-2021/




POST TERKAIT

POST TEBARU