PENTINGNYA GURU MEMBANGUN EMPATI DALAM PEMBELAJARAN

Tanggal : 19 Dec 2023

Ditulis oleh : PUTRI KURNIAWATI

Disukai oleh : 0 Orang

 

Pendidikan adalah pondasi penting dalam masyarakat guna mengembangkan sumber daya manusia yang maju dan berkelanjutan. Dalam proses pendidikan mesti dibutuhkan pelbagai sarana dan prasarana untuk menopang keberhasilan suatu pendidikan. Pendidikan memiliki hubungan yang erat dengan guru yakni seorang pendidik yang memiliki kemampuan dan keahlian tertentu , untuk kemudian disampaikan kepada murid. Tak hanya menyampaikan kepada murid tapi guru juga dituntut untuk dapat memahami cara berkomunikasi dalam hubungan kemasyarakatan.

 

Peran guru dalam proses pembelajaran tak hanya menyampaikan suatu ilmu yang dipahami. Tetapi mencakup berbagai aspek yakni dalam pembentukan karakter pada peserta didik. Karakter merupakan salah satu hal yang harus dimiliki peserta didik dalam proses pembelajaran. Karakter dapat berperan penting dalam keberhasilan pembelajaran karena karakter adalah sifat yang ditanamkan dalam diri seorang peserta didik untuk kesiapan dalam menerima ilmu. Karena karakter ini menyangkut tentang hati dan emosional sehingga akan berpengaruh dalam berlangsungnya proses pembelajaran.

 

Salah satu cara guru dalam membentuk karakter peserta didik yaitu dengan membangun empati. Empati yakni kemampuan yang mana seseorang dapat merasakan hal yang sama dengan perasaan yang dimiliki oleh orang lain. Empati dapat dilihat dari  kondisi perasaan dan paradigma orang lain. Karena dengan berempati sehingga hati manusia dapat menyatukan perasaan dengan yang lainnya. Dengan empati itu pemikiran antara sesama akan lebih terbuka dan manusia saling mengayomi.

 

Namun tak jarang, masih banyak guru yang sama sekali tidak mengindahkan pentingnya pendidikan karakter dan empati kepada para peserta didik. Terlebih lagi guru yang selalu menekan para murid dalam tugas yang bejibun tanpa memikirkan karakter yang telah dibentuk oleh para peserta didik itu sendiri, serta terlalu banyak hukuman yang berat. Hal ini merupakan salah satu faktor pendorong yang membuat peserta didik takut, menghindar, dan membolos dalam setiap pembelajaran. Siswa akan merasa bahwa pembelajaran tersebut terlihat menakutkan, sehingga proses pembelajaran tidak akan mencapai hasil tujuan.

 

Empati juga berkaitan dengan emosi ketika interaksi dengan manusia. Empati akan muncul karena memahami perasaan emosional seseorang. Ketika seorang guru berempati kepada peserta didik, peserta didik akan merasakan kenyaman dalam belajar dan juga dapat menumbuhkan semangat antusias mereka dalam proses pembelajaran. Siswa juga akan lebih aktif dalam setiap pembelajaran karena merasa tidak takut dan lebih leluasa ketika hendak bertanya. Sehingga hal tersebut mempermudah peserta didik untuk memahami ilmu yang disampaikan oleh guru.

 

 

 

 

 

Dalam membangun empati guru diharuskan memiliki sikap yang ikhlas dalam mengajarkan ilmunya. Guru yang baik adalah guru yang memiliki ilmu yang luas, kemampuan menyampaikan dengan baik, dapat berkomunikasi dengan baik, dan tentunya memiliki empati seta hati yang lapang dalam segala situasi dan kondisi. Sejatinya guru adalah seorang yang akan dicontoh oleh murid-muridnya. Dimana keberhasilan dalam mengajar adalah membentuk karakter yang baik pada setiap peserta didik dan tercipta suasana yang positif.

 

Banyak cara yang dapat dilakukan seorang guru untuk membangun empati: pertama, melakukan pendekatan kepada para murid; kedua, memahami latar belakang peserta didik baik, pengalaman ilmu ataupun yang lainnya; ketiga menerapkan komunikasi yang efektif;keempat, menciptakan suasana yang positif dalam pembelajaran.

 

Pertama, dalam melakukan pendekatan kepada para murid guru harus bisa mendengarkan aktif saat siswa sedang bertanya ataupun menjawab pertanyaan, serta menghargai hasil pekerjaan yang sudah dibuat oleh para peserta didik. Guru dapat mengajukan langsung pertanyaan yang menunjuk pada emosional dan pandangan setiap siswa. Memberikan materi kepada murid yang dapat membangun koneksi empati antar sesama. Serta dapat memahami kesulitan yang dialami siswa.

 

Kedua, guru dalam memahami latar belakang peserta didik. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh guru dalam memahami latar belakang siswa.(1) Guru dapat membagikan angket ataupun kuisioner yang dapat diisi oleh siswa sendiri yang berisi seputar pertanyaan pribadi siswa. (2) Guru dapat bekerja sama dengan orang tua siswa dalam memahami latar belakang siswa, sehingga dapat mengetahui minat pada setiap siswa. (3) Guru dapat mengamati perilaku para peserta didik dalam proses pembelajaran berlangsung.

 

Ketiga, yaitu penerapan komunikasi yang efektif antara guru dan peserta didik. Salah satunya yaitu membuka forum diskusi kepada peserta didik yang kurang memiliki semangat dalam belajar. Dengan dilakukan komunikasi yang efektif hal ini diharapkan guru dapat berempati dan lebih perhatian dengan murid tersebut. Sehingga tidak meninggalkan siswa yang kurang semangat dalam belajar.

 

Keempat, menciptakan suasana postif dalam pembelajaran. Dalam hal ini guru harus bisa mengendalikan suasana meski terdapat masalah saat pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat menumbuhkan rasa semangat siswa ketika pembelajaran sehingga tidak memiliki rasa takut dalam setiap pembelajaran. Suasana positif dapat berpengaruh dalam keberhasilan proses belajar.

 

Penting bagi guru untuk membangun empati dalam setiap pembelajaran. Contoh kasus yang bisa diambil yaitu, ketika terdapat siswa yang bermasalah ataupun sering tidak tepat waktu dalam pengumpulan tugas dan keterlambatan waktu saat masuk kelas, guru sebaiknya berempati kepada peserta didik dengan melakukan komunikasi kepada murid dan menanyakan alasan atas kesalahan tersebut. Guru dapat berempati dengan menegur menggunakan cara yang baik tanpa memberikan hukuman yang berat.

 

 

Dampak yang terjadi jika guru telah membangun empati dalam pembelajaran yaitu akan menumbuhkan percaya diri dari peserta didik dalam belajar, mental para peserta didik juga dapat berkembang lebih baik dengan mencontoh karakter-karakter yang sudah guru lakukan dalam proses pembelajaran. Sehingga tidak ada belenggu mental yang membuat peserta didik takut untuk memulai pembelajaran. Dalam menerapkan sikap empati memungkinkan untuk meningkatkan koneksi emosional pada siswa sehingga mereka akan nyaman saat belajar dan bercerita pengalamannya.

 

 

Dalam menerapkan empati disetiap pembelajaran tidak sedikit tantangan yang terjadi seperti, peserta didik yang terlalu banyak mungkin membuat guru kesulitan dalam memahami siswa, waktu yang terbatas juga merupakan tantangan bagi guru untuk melakukan komunikasi personal dengan siswa, juga kurikulum yang padat dan harus cepat selesai merupakan satu hal yang mungkin menjadi tantangan. Namun walau banyak tantangan yang terjadi guru harus dapat mengatasi tantangan tersebut.

 

Banyak upaya yang dapat dilakukan guru dalam mengatasi tantangan tersebut. Ketika terdapat banyak peserta didik maka guru dapat mencoba membagi setiap kelas menjadi kelompok- kelompok yang lebih kecil. Waktu yang terbatas dan kurikulum yang padat juga dapat diatasi dengan mengatur waktu secara bijaksana, rancang waktu dengan terstruktur antara menyampaikan materi dan berinteraksi dengan para siswa.

 

Keberhasilan seorang guru dalam mengajar tidak hanya ketika peserta didik paham dalam materi yang telah disampaikan. Tetapi pembentukan karakter yang baik adalah bagian terpenting dalam pendidikan. Salah satunya yaitu pentingnya guru dalam membangun empati disetiap pembelajaran, dengan ini peserta didik akan lebih tertanam sikap terbuka dalam menerima ilmu dari guru. Sehingga pembelajaran akan berlangsung dengan baik dan tujuan-tujuan dalam pembelajaran akan mudah untuk dicapai.




POST TERKAIT

POST TEBARU