“Sambut Mentari” Implementasi Pendidikan Karakter MTs Negeri 1 Yogyakarta
Tanggal : 14 Sep 2022
Ditulis oleh : SULISTYANINGSIH
Disukai oleh : 0 Orang
Menurut T. Ramli, pendidikan karakter merupakan pendidikan yang mengutamakan arti moral dan akhlak pada anak untuk membentuk karakter pribadi yang baik. Tujuan dilaksanakannya pendidikan karakter ini yaitu untuk memperkuat bangsa dengan kepribadian masyarakat yang bermoral, berakhlak mulia, toleransi terhadap perbedaan, dan mampu bekerja sama dalam membangun bangsa yang lebih maju. Pendidikan karakter sangat penting ditanamkan pada anak di seluruh dunia, tak terkecuali bangsa Indonesia. Di mana masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai ras, suku, dan budaya sehingga perlunya toleransi antarmasyarakat agar tidak terjadi perselisihan di antara masyarakat.
Pendidikan karakter ini dapat dilakukan di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun sekolah. Lembaga pendidikan menjadi salah satu penekanan diberlakukannya pendidikan karakter. Selain mengajarkan ilmu sosial dan sains, sekolah sebagai tempat untuk mengajarkan budaya, karakter, dan perilaku yang baik kepada peserta didik. Pengutan pendidikan karakter(PPK) memiliki tujuan untuk mengembangkan karakter peserta didik agar memiliki value tertentu sbagai fokus pemahaman, pengertian, dan praktik individu dalam mewujudkan dan mengimplementasikan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dikembangkannya pendidikan karakter ini diharapkan mampu menjadi solusi terhadap masalah sosial di masyarakat.
Terdapat berbagai cara untuk mengajarkan pendidikan karakter kepada peserta didik. Seperti, melatih kedisiplinan, menghormati guru, menjaga kebersihan, melatih kejujuran, toleransi sesama teman, melatih kerja sama, dan lain sebagainya. Nah, salah satu penerapan pendidikan karakter yang dilakukan di MTs Negeri 1 Yogyakarta yaitu dengan aktivitas yang disebut dengan “Sambut Mentari”. Sambut mentari yaitu istilah yang digunakan untuk kegiatan guru dan pengurus OSIS MTs Negeri 1 Yogyakarta dalam menyambut peserta didik ketika berangkat sekolah. Kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa hormat dari peserta didik kepada guru maupun orang lain. Dengan 3S (Senyum, sapa, dan salam) yang dilakukan oleh guru dan pengurus OSIS ini, diharapkan mampu menciptakan suasana yang hangat, nyaman, dan harmonis sehingga hubungan antara sesama warga sekolah menjadi lebih harmonis.
Kegiatan sambut mentari ini bertujuan sebagai teladan bagi peserta didik agar lebih disiplin dan datang tepat waktu di sekolah. Kegiatan sambut mentari dilakukan pada pukul 06.30 WIB hingga pukul 06.45 WIB, sehingga bagi guru maupun anggota OSIS yang bertugas harus sudah hadir sebelum jam tersebut. Gerbang sekolah akan ditutup pada jam 06.45 WIB tepat, sehingga bagi peserta didik yang datang di atas jam tersebut akan mendapat hukuman, yaitu mengaji dan mendapat poin pelanggaran. Dalam hal ini, guru sangat berperan dalam memberikan contoh karakter disiplin pada peserta didik. Sehingga peserta didik diharapkan mampu termotivasi untuk lebih disiplin karena mendapat contoh langsung dari guru sekolahnya. Selain itu, kegiatan sambut mentari ini menandakan bahwa guru siap melaksanakan kegiatan pembelajaran di pagi hari itu.
Kegiatan sambut mentari ini juga digunakan untuk memantau kerapian siswa dalam berpakaian, apabila terdapat peserta didik yang kurang rapi akan langsung mendapat teguran dan dicontohkan berpakaian yang sesuai dengan aturan sekolah. Dengungan untuk terus berpakaian rapi ini diharapkan agar peserta didik selalu mentaati peraturan yang diberlakukan sekolah.
Penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah memiliki dampak secara langsung kepada anak sebagai peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat menyeimbangkan kemampuan ilmu pengetahuan dengan perilaku, moral, dan etika yang baik pula. Mampu membangkitkan kepekaan siswa terhadap keadaan di lingkungan sosial sekitar, sehingga rasa simpati siswa lebih terbangun untuk turut serta aktif dan andil dalam upaya memberantas rasa intoleran yang berkembang di masyarakat sekitar. Peserta didik yang memiliki kepekaan dalam pendidikan karakter akan memiliki kondisi emosional yang lebih stabil dan tidak berlebihan, sehingga mampu mengontrol masalah yang muncul dalam dirinya menggunakan perspektif yang lebih luas dan dewasa. Kebiasaan penanaman pendidikan karakter dengan kegiatan “Sambut Mentari” di MTs Negeri 1 Yogyakarta ini menjadi ciri khas sekolah tersebut dan terbukti mampu membangun karakter siswa yang sopan, tertib, dan serta menghormati sesama baik kepada guru, anggota sekolah, dan teman sebayanya.