Bagaimana Cara Menghadapi Kegagalan
Tanggal : 09 Nov 2022
Ditulis oleh : RANI WULANDARI
Disukai oleh : 1 Orang
Bagaimana Cara Menghadapi Kegagalan
Oleh: Rani Wulandari
Mahasiswa Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Banyak orang yang ketika menghadapi kegagalan dia malah terus-menerus menyalahkan diri sendiri. Dia merasa bahwa dirinya itu harus dihukum dan merasa bahwa dirinya itu tidak akan pernah bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Jika perasaan tersebut terus dibiarkan maka akan membuat kita terus mengingat akan kegagalan, sehingga akhirnya merasa tidak nyaman. Lantas bagaimana cara menghadapi kegagalan? Bagaimana cara agar kita bisa memaafkan diri sendiri dan bagaimana agar kita bisa bangkit dari kegagalan?
Ketika kita mengalami kegagalan maka akan muncul rasa bersalah, malu, sedih dan kecewa itu adalah hal yang sangat amat wajar. Ibaratnya ketika kita belajar naik sepeda dan kita jatuh pasti kita akan merasa sedih, kecewa, marah, kesal atau bahkan sampai menangis. Kegagalan itu sebenarnya dapat kita ibaratkan seperti kita jatuh dari sepeda maka pasti akan muncul perasaan negatif dan ini adalah hal yang amat sangat wajar. Karena jika di saat kita mengalami kegagalan tetapi kita tidak merasa kecewa dengan kegagalan itu. Lantas bagaimana kita bisa berfikir untuk bisa memperbaiki diri. Bagaimana agar kita bisa bangkit dari sepeda dan belajar lagi. Itulah fungsi dari kegagalan yang sebenarnya.
Jadi perasaan-perasaan negatif inilah yang akan mendorong kita menjadi lebih baik dan agar kita tidak merasakan lagi hal yang sama untuk yang kedua kalinya serta perasaan negatif akan kegagalan itu pasti dialami juga oleh orang lain. Dan perlu kita ketahui bahwa dengan mengalami kegagalan itu tidak akan sedikitpun membuat kita menjadi lebih rendah dari orang lain. Tapi tidak jarang kegagalan akan membuat kita takut untuk mencoba hal yang baru.
Membatasi diri setelah mengalami kegagalan adalah suatu hal yang wajar. Karena pada dasarnya tidak ada orang yang ingin merasakan rasa sakit yang sama secara terus-menerus. Tapi jika perasaan dan pikiran negatif ini dibiarkan terlalu lama hingga akhirnya mendominasi diri kita maka akan menjadi tidak sehat. Karena segala sesuatu yang berlebihan itu bisa menjadi tidak sehat jika kita merasakan nya secara terus-menerus.
Jika sudah seperti ini, kita harus merubah sudut pandang kita dalam menghadapi kegagalan. Kita perlu paham terkadang hal-hal buruk yang terjadi pada kita itu tidak sepenuhnya ada dalam kendali kita. Mengingat pasti selalu ada peran orang lain yang mempengaruhi kegagalan kita dan bisa jadi kegagalan itu bukan kesalahan kita sendiri.
Dalam menghadapi kegagalan kita juga harus bisa mengasihi diri sendiri layaknya mengasihi orang lain yang mengalami kegagalan. Kita juga harus bisa memaafkan diri sendiri. Pada kenyataannya banyak orang yang tidak bisa memaafkan diri sendiri karena kegagalannya hingga akhirnya dia akan merasa bahwa dirinya tidak berguna dan tidak akan berani untuk mencoba hal yang baru hingga akhirnya menjadi terpuruk.
Ada sebuah teknik yang dapat kita lakukan karena sudah terbukti dalam kesehatan mental dan pengembangan terutama saat kita menghadapi kegagalan yaitu teknik "Self Forgiveness" untuk melakukan teknik tersebut ada 4 langkah. Langkah pertama jika kegagalan itu disebabkan karena hal yang kita lakukan maka kita harus mencoba untuk menerima kegagalan tersebut kita harus bisa mencoba untuk menerimanya meskipun itu salah. Mengingat ketika kita berusaha untuk mengabaikan perasaan negatif maka akan memperbesar rasa bersalah kita untuk ke depannya.
Jika sudah bisa menerima kegagalan langkah kedua kita harus mencoba menyampaikan penyesalan kita baik lewat tulisan atau bercerita kepada seseorang. Hal ini dapat membuat kita menjadi lebih lega dan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.
Langkah ketiga adalah coba untuk berfikir cara apa yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki kesalahan tersebut yaitu dengan "Take Action". Setelah take action langkah keempat adalah coba untuk fokus ke masa depan melupakan kegagalan di masa lalu dan fokus ke masa depan dan hal apa yang dapat kita lakukan di masa depan.
Mengalami kegagalan adalah hal yang wajar ya karena semua orang pasti mengalaminya. Kegagalan di masa lalu adalah suatu hal yang tidak dapat diubah lagi, oleh karena itu kita harus menerimanya dan harus bisa untuk maafkan diri kita atas kegagalan yang telah terjadi. Yang perlu kita pikirkan adalah pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kegagalan ini dan hal apa yang dapat kita lakukan di masa depan. Tetapi tidak bisa dipungkiri ternyata kegagalan memang bisa membuat sebagian orang menjadi sangat terpuruk, jika kita termasuk salah satu orang yang sulit untuk memaafkan diri sendiri maka lakukanlah teknik "Self Forgiveness".
Oleh karena itu, perlu diingat bahwa memaafkan diri itu bukan berarti kita membenarkan kesalahan yang telah kita lakukan tetapi memaafkan itu tentang melepas beban-beban yang justru membatasi diri kita untuk bisa berkembang. Jadi cobalah untuk bisa memaafkan diri sendiri atas kegagalan yang telah dialami jangan pernah ragu untuk meminta pertolongan kepada orang lain.