Bagaimana Mengatasi Insecure
Tanggal : 30 Nov 2021
Ditulis oleh : TALITHA EMILIA
Disukai oleh : 0 Orang
Oleh: Talitha Emilia
Mahasiswa Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Saat masih kecil kita mungkin belum mengenal kata insecure, karena saat kita kecil tidak berpikir ingin menjadi seperti orang lain. Saat masih kecil hidup dirasa sangat simple tidak kenal dengan kata overthinking juga. Saat beranjak menjadi dewasa, rasa insecure itu akan mulai ada dalam diri manusia. Insecure adalah sebuah kondisi mental yang menyebabkan seseorang merasa “tidak aman”.
Orang yang insecure biasanya memiliki rasa tidak percaya diri dan selalu membandingkan dirinya dengan orang lain. Ada yang merasa insecure karena bentuk tubuhnya yang tidak seperti orang lain, dan mempengaruhi rasa percaya diri dalam dirinya. Ada yang merasa insecure dengan kemampuan diri sendiri, dan selalu membandingkan dirinya dengan pencapaian orang lain. Mereka yang merasa insecure dengan kemampuan mereka pasti juga ragu akan masa depan yang akan mereka lalui. Rasa insecure akan ada pada setiap orang, karena semua orang memiliki rasa insecure dalam bentuk apapun itu.
Terkadang rasa insecure itu datang dari diri kita sendiri, kita yang tidak bisa berdamai dengan diri kita dan selalu melihat orang lain sebagai pedoman kita dalam menata hidup. Padahal kita hidup bukan untuk memenuhi kemauan atau ekspektasi orang lain terhadap diri kita. Tapi rasa insecure tidak hanya sebatas kita belum menerima atau tidak bersyukur dengan apa yang kita miliki. Kadang saat kita sudah merasa damai atau self-love terhadap diri kita, pasti ada aja yang bikin insecure itu datang lagi ke kita. Bahkan ada yang insecure karena kata-kata yang tidak enak didengar muncul dari mulut orang terdekat kita.
Rasa insecure itu akan selalu datang dan pergi dalam hidup kita. Jadi, untuk mengurangi rasa insecure kita harus mengubah cara pikir kita agar tidak selalu menjadikan orang lain sebagai pedoman. Karena setiap orang memiliki proses yang berbeda dalam hidupnya. Sejatinya manusia tidak ada yang sempurna, kita ga perlu lagi mikirin ucapan orang yang membuat kita insecure. Untuk mengurangi rasa insecure emang butuh usaha, proses, dan waktu yang ga instan.
Karena rasa insecure itu akan terus ada dalam setiap manusia dan saat kita merasa insecure dengan orang lain kita harus ingat bahwa “ada loh orang yang insecure sama kamu, pengen ada diposisi kamu yang sekarang.” Dan jika kamu merasa insecure dengan orang-orang yang ada di sosial mediamu, maka kamu berhak untuk menghapus atau menonaktifkan sementara sosial mediamu. Karena jika kamu terus menerus insecure itu akan berpengaruh pada Kesehatan mental, bisa jadi menambah pikiran dan membuat stress, bisa juga membuatmu overthinking. Jadi, mari kita mencintai diri kita sendiri, berdamai dengan diri sendiri, tidak perlu menjadi seperti orang lain.
Ingat bahwa setiap manusia memiliki proses berbeda dalam mencapai keberhasilan. Jika kamu terus mengikuti omongan orang lain itu tidak akan ada habisnya, karena pasti ada aja yang dikomentarin. Padahal kita sebagai manusia itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan semua orang itu memiliki masa dan waktunya sendiri.
Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan fokuslah untuk berdamai dengan mengubah cara pikir yang berlebihan. Bersyukur dan berusaha menjadikan diri kita jadi yang terbaik untuk kita bukan untuk orang lain. Kita harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Ubah kata insecure menjadi bersyukur.
https://matabanua.co.id/2021/11/30/e-paper-harian-pagi-mata-banua-selasa-30-november-2021/