Bahaya Bullying di Lingkungan Sekolah
Tanggal : 31 Oct 2022
Ditulis oleh : SYAHROZI
Disukai oleh : 0 Orang
Tak sedikit permasalahan yang sering terjadi di lingkungan sekolah adalah masalah bullying. Kasus Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi masalah yang serius di dunia pendidikan. Menurut data KPAI pada tahun 2022 terdapat 226 kasus bullying di Indonesia. Ini tentu kasus yang tidak sedikit. Dan tak boleh kita biarkan berlarut-larut. Lantas sebenarnya apa saja dampak bullying?
Bullying merupakan segala bentuk kekerasan dan penindasan yang dilakukan dengan sengaja oleh sekelompok seseorang atau individu dengan tujuan menyakiti secara terus menerus. Menurut Unicef, setidaknya ada tiga karakteristik bullying yaitu disengaja, terjadi berulang-ulang, dan adanya perbedaan kekuasaan. Kasus ini sering terjadi pada kalangan pelajar baik dari Sekolah Dasar maupun sekolah menengah. Hal ini terjadi karena adanya penyebab serta alasan seseorang untuk melakukan kekerasan.
Bullying terjadi karena ada beberapa faktor dan alasan dari pelaku bullying. Berikut penyebab terjadinya bullying, yang pertama adalah faktor keluarga,yaitu pengaruh kondisi lingkungan keluarga yang tidak harmonis dengan adanya kekerasan. Anak-anak yang mencari jati diri akan mudah meniru serta melakukan tindakan agresif dan berbahaya yang mendorong anak melakukan kekerasan atau bullying.
Penyebab bullying yang kedua adalah pengaruh media sosial. Seperti yang kita ketahui tidak semua media massa menyajikan ajaran dan konten-konten mendidik. Banyaknya tontonan kekerasan dan konten tidak senonoh yang tidak pantas ditonton oleh anak-anak yang muncul di media massa untuk mendorong pelaku bullying dalam melakukan hal serupa. Peran orang tua dalam mengontrol penggunaan media sosial sangat dibutuhkan agar tidak muncul bibit pembully. Selain itu, penyebab bullying lainnya adalah rendahnya kontrol diri pelaku, penampilan fisik korban, adanya tradisi senioritas, kebiasaan mengejek orang lain, ingin populer di lingkungan, dan pengaruh pertemanan.
Dari penyebab terjadinya bullying, dapat disimpulkan bahwa penyebab utama dari bullying adalah faktor-faktor lingkungan sekitar, pergaulan, media sosial, serta kontrol diri yang rendah dari pelaku. Bullying yang dilakukan pelaku akan berdampak buruk bagi kesehatan mental, jiwa, atau raga bagi korban. Dampak yang pertama adalah masalah psikologis dan fisik. Korban biasanya mengalami depresi diikuti gangguan kecemasan, kesehatan mental, perubahan pola kehidupan seperti pola makan dan pola tidur, masalah kesehatan akibat kekerasan fisik, serta rasa percaya diri yang kurang. Contohnya korban akan merasa kurang yakin dengan apa yang ingin dia lakukan. Masalah fatal dari dampak ini adalah pikiran korban untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri.
Dampak yang kedua adalah sulit percaya dan menyatu dengan orang lain. Dengan kata lain korban menentukan status sosial yang lebih rendah dari orang lain. Biasanya korban selalu berfikir negatif, merasa tidak memiliki siapa-siapa yang berujung turunnya rasa percaya diri dan sulit mempercayai orang di sekitarnya akibat rasa percaya diri yang rendah.
Dampak yang terakhir adalah dampak paling fatal dalam pengembangan potensi siswa di sekolah, yaitu gangguan prestasi. Menyebabkan korban akan kehilangan konsentrasi penuh dalam proses pembelajaran di kelas. Cenderung kesulitan dalam mencapai prestasi maupun akademik atau non akademik. Biasanya korban enggan mengikuti kegiatan pembelajaran karena adanya masalah psikologis dan fisik.
Sebagaimana yang kita ketahui dengan melihat dampak buruk bullying bagi korban. Pemerintah berperan penting dalam memberantas maraknya kasus bullying di sekolah dengan melakukan sosialisasi bahaya bullying kepada mahasiswa serta membuat aturan tegas bagi pelaku. Dengan ini, sekolah, orang tua, dan berbagai kalangan berperan penting untuk menghentikan kasus bullying ini dengan mengajarkan siswa untuk melawan bullying serta menolak keras bullying di lingkungan sekolah.
https://m.harianmomentum.com/read/44316/harian-momentum-edisi-31-oktober-2022