Bangun Pergaulan Halal di Bulan Suci Ramadhan

Tanggal : 10 May 2021

Ditulis oleh : SOFI NIHAYATUL KAMILAH

Disukai oleh : 0 Orang

Di zaman now sekarang, banyak kaum muda mudi memiliki karakter yang melewati batas. Kejadian tak senonoh mengakibatkan anak tanpa dosa harus hilang tanpa kasih sayang dari dunia ini. Baru-baru ini juga di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan dilansir dari detik.news (15/4/2021), pemuda dan pemudi membangunkan sahur dengan gaya semaunya. Aksi joget dengan lagu diskotik serta suara yang sangat kencang membuat MUI mengecam mereka. Karena aksi mereka menodai ajaran agama islam yang seharusnya dengan jalan damai dan tenteram. Kita sungguh kasihan melihat para generasi penerus bangsa yang tak berakhlak dan tak bermoral ini. 
Pergaulan bebas ini mengakibatkan anak muda memiliki tingkat kenakalan remaja yang tinggi. Banyaknya kaum muda yang melakukan tawuran, konsumsi narkoba, minum-minuman keras, bahkan pemberontakan terhadap keluarga sendiri. Hal ini diakibatkan dari pergaulan bebas yang bermula dari pertemanan yang salah. Sebuah lingkungan akan mempengaruhi karakter seorang individu, baik itu dari lingkungan keluarga, sekolah, serta lingkungan masyarakat. Perlu diketahui bahwa pergaulan bebas di Indonesia menjadi permasalahan serius hingga saat ini. Bahkan permasalahan yang selalu menjadi trend topik di masyarakat ialah seks bebas. 
Menurut BKKBN (2013), para muda mudi usia 15-17 tahun sebanyak 1,3 juta pernah melakukan hubungan seks. Sehingga keperawanan pemudi hilang sebelum waktunya. Pergaulan bebas sendiri berasal dari dua kata yaitu pergaulan artinya proses bergaul, dan bebas artinya tanpa batas, atau tak ada halangan dan gangguan (Depdiknas, 2008). Sehingga pergaulan bebas disini ialah cara bertingkah laku yang seenak maunya tanpa menghiraukan peraturan yang ada. Perilaku yang melewati batas ini sangat memprihatinkan bangsa kita, bila berkelanjutan harapan bangsa terhadap pemuda akan sirna.  
Pergaulan bebas identik dengan seks bebas yang berujung pada kehamilan. Sudah kita ketahui bahwa hubungan seksual biasanya karena pengaruh tontonan video porno yang berkelanjutan. Hubungan yang dimulai sebelum masanya atau kita kenal dengan istilah pacaran, bisa berujung hamil di luar nikah akibat pornografi tersebut. Dampaknya banyak remaja putri di Indonesia melakukan absorsi karena tak ingin diketahui hasil perbuatannya. Sehingga banyak anak remaja yang putus sekolah/mengundurkan diri atas tingkahnya yang diluar batas. Dengan ini, semestinya kita sesegera mungkin melakukan tindakan yang bisa meminimalisir persoalan tersebut. 
Setiap permasalahan pasti ada faktor pemicu mulanya terbentuk, tak terkecuali pergaulan bebas. Faktor yang perlu diperhatikan oleh kita yang menjadi alasan terbentuknya pergaulan bebas ialah : 
Pertama, lemahnya keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Padahal setiap agama sudah mengajarkan kebaikan kepada setiap para penganutnya. Dengan rasa keimanan yang lemah, seseorang cenderung mudah terpengaruh pada hal yang negatif. Seperti halnya ketika ada teman yang mengajak minum-minuman keras, narkoba, perkelahian, pencurian, bahkan tindakan kriminal, tanpa berpikir panjang langsung diterima karena tak tahu dampak dan larangan agama yang diajarkan. 
Kedua, faktor internal, yakni keluarga. Peran keluarga terutama orang tua sangat mempengaruhi pada perkembangan anak. Banyaknya keributan antara ibu dan ayah akan berdampak pada anak. Sehingga anak cenderung mencari aktivitas lain yang bisa mengatasi permasalahan internalnya. Dari sini langkah yang salah bisa menyebabkan anak menuju arah perlakuan bebas tanpa batas.
Ketiga, faktor eksternal, yakni masyarakat. Lingkungan masyarakat juga berpengaruh terutama ketika bergaul dengan teman sebaya. Pertemanan tanpa pengawasan dari orang tua juga menjadi salah satu faktor salah dalam memilih teman yang berujung pada rusaknya moral.
Keempat, teknologi. Pengaruh kemajuan teknologi juga menjadi hal perlu diperhatikan. Karena luasnya situs pada jejaring sosial yang mudah di akses, menjadi pintu utama akhlak dan moral terganggu.
Adanya kesadaran dari berbagai pihak perlu ditingkatkan terutama peran orang tua sangat dibutuhkan. Berhubung sekarang dalam bulan suci Ramadhan, pencegahan menjadi sangat mudah untuk segera dilakukan tindakan terhadap pencegahan pergaulan bebas. Karena bulan ini, kita dituntut untuk menahan lapar dan hawa nafsu. Dengan ini, aktivitas yang bisa dilakukan sekarang ialah para orang tua membimbing anaknya agar sama-sama bisa memaksimalkan ibadah di rumah. Dimulai dengan aktivitas tadarus bersama, menonton film nuansa islami bersama, mendengarkan kajian online bersama, olahraga bersama, hingga menunggu bedug maghrib dengan membuat cemilan kekinian atau ngabuburit bareng keluarga.
Dengan diterapkannya aktivitas tersebut oleh orangtua kita, pendekatan terhadap anak bisa menjadi pengawasan lebih mendalam. Untuk itu, solusi alternatif tadi jika terlaksana dengan rapih, tingkat pergaulan bebas di Indonesia akan menurun. Sehingga generasi penerus bangsa akan memiliki pendidikan karakter yang mencerminkan cita-cita harapan bangsa.

koran : matabanua

epaper link: https://drive.google.com/file/d/1DfgmnUOzt5BnnhXgmx-NNwzReJ0HF-mi/view?usp=drivesdk




POST TERKAIT

POST TEBARU