Generasi Babyi Boomers, X, Y, Z, dan Alpha : Manakah Yang Lebih Baik?
Tanggal : 08 Dec 2022
Ditulis oleh : WANDA SALSABILA MARYAM
Disukai oleh : 0 Orang
Generasi Baby Boomers, X, Y, Z , dan Alpha: Manakah Yang Lebih baik?
Oleh: Wanda Salsabila
Mahasiswa Pendidikan Kimia
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Seberapa sering kita menganalisa karakter atau perilaku seseorang berdasarkan usia? Singkat nya mungkin begini “ Wah ini pasti Gen Z si Anak Gamers “ tapi apakah hipotesa itu benar? Kemungkinannya 75% benar dan selebihnya adalah sekedar argumen yang spontan terucap. Lantas apa yang membuat seseorang menilai secara spontan atau memiliki persepsi baik dan buruk terhadap orang lain padahal ia belum mengenal orang tersebut? Menurut Beresford Research Generasi itu dikelompokkan menjadi beberapa bagian yaitu Generasi Baby Boomers, Generasi X, Y, Z dan yang terakhir adalah Generasi Alpha.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama Pasca Perang Dunia ke II orang Amerika menikmati kemakmuran yang menghasilkan ledakan bayi yang dijuluki Baby Boomers. Sebuah generasi yang merupakan bagian penting dari populasi dunia karena telah mewakili hampir 20 persen dari Negara Amerika. Mereka yang dijuluki Baby Boomer lahir di tahun 1946 hingga 1964. Yang mana mereka mempunyai karakteristik pribadi yang kompetitif, mandiri, suka mengkritik, berkomitmen tinggi dan berorientasi pada pencapaian.
Selanjutnya ada Generasi X yang lahir di tahun 1965 sampai 1980. Generasi ini mempunyai beberapa karakteristik diantaranya ide-ide yang kreatif serta dapat memecahkan masalah dengan solusi yang tepat dan logis. Disusul generasi selanjutnya yaitu Generasi Y atau populer dengan sebutan Generasi Millenial. Mereka lahir di tahun 1980 sampai 1996. Generasi ini bisa dikatakan dengan generasi pemalas akan tetapi generasi tumbuh pada era peralihan teknologi dari yang analog menjadi digital, pada generasi tersebut mulai adanya internet dan media sosial yang menyebabkan generasi ini dijuluki digital native. Akan tetapi disisi lain generasi ini memiliki rasa percaya diri, rasa ingin tahu yang tinggi, dan lebih terbuka dalam menghadapi perubahan sehingga dikatakan bahwa generasi Y mudah meraih kesuksesan di usia muda.
Generasi selanjutnya adalah Generasi Z atau Gen Z yang lahir di tahun 1995 hingga tahun 2010. Merupakan generasi yang cakap digital, kreatif, senang berekspresi, dan mempunyai motivasi yang tinggi. Akan tetapi generasi ini juga mempunyai karakter atau pribadi yang mudah overthinking, suka healing, mudah menyerah, sering mengeluh, mempunyai sifat individualistis, egosentris dan suka berfoya-foya membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang tidak penting.
Yang terakhir adalah Generasi Alpha, yang mana generasi ini lahir di tahun 2010 sampai 2025. Generasi ini mempunyai karakteristik mudah beradaptasi dengan lingkungan yang beragam, nyaman dengan artificial intelligence dan telemedicine, efektif-inovatif, mudah memperoleh informasi dan sangat cakap teknologi. Akan tetapi di samping kelebihan yang dimiliki generasi Alpha, terdapat beberapa kekurangan diantaranya rentan terkena stres, depresi, turunnya moralitas, diadopsinya rasa gengsi terhadap material atau fisik orang lain “ insecure ” tidak suka diatur atau tidak suka terhadap batasan.
Dari penjelasan di atas mengenai pengelompokkan atau tingkatan generasi, kira-kira jika kita diperintahkan untuk memilih maka manakah yang akan kita pilih? Mungkin banyak yang menginginkan menjadi generasi Alpha karena di era tersebut manusia akan lebih mudah mengakses banyak hal khususnya di bidang teknologi dan komunikasi. Di zaman tersebut banyak melahirkan teknologi-teknologi canggih dan juga alat komunikasi yang sangat modern. Bahkan di luar negeri sudah banyak yang menggunakan tenaga mesin atau robot untuk membantu bahkan menggantikan tugas manusia.
Ataukah ingin menjadi generasi X yang masih sangat klasik dalam terapan kehidupan sehari-hari, bermain bersama di masa kecil, mengedepankan gotong royong, tidak merasakan sikap pribadi yang individualis, saling tolong-menolong, memecahkan masalah secara kekeluargaan dan bercengkrama asyik ketika mengantri air bersih di sumur umum. Akan tetapi di masa itu cukup sulit jika akan memberi kabar atau menerima kabar, harus mengantri di wartel untuk menelepon, masih sangat jarang orang memiliki handphone, jika ada pun itu hanya dimiliki oleh orang-orang berada.
Di setiap generasi memang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Cara terbaik yang dapat kita lakukan adalah mengkombinasikan kelebihan-kelebihan dari setiap generasi dan meminimalisir adanya kekurangan. Dengan kata lain misalnya yang termasuk bagian dari Generasi Z. Jika dilihat dari beberapa sumber dan penjelasan tersebut generasi ini memiliki karakteristik pribadi yang cakap digital dan sangat senang berekspresi yang mana hal tersebut juga menimbulkan dampak yang nantinya menjadi kekurangan pada generasi Z ini.
Diantaranya mudahnya mendapat informasi yang tidak sesuai dengan faktanya.HOAX!Terlalu senang atau bebas mengekspresikan sesuatu juga menimbulkan dampak yang kurang baik jika kita tidak melakukannya sesuai dengan aturan yaitu turunnya moralitas atau tidak digagasnya norma. Akan tetapi apakah itu semua benar? Tidak semua karakteristik seseorang bisa dilihat dan dinilai berdasarkan usia atau tingkatan generasi. Mungkin hanya sebagian saja. Buktinya masih ada generasi Z yang memiliki etika yang baik, ada juga generasi X yang cakap teknologi meskipun pada zamannya belum ada teknologi canggih seperti sekarang.
Baik buruknya seseorang itu bisa dilihat dari beberapa faktor diantaranya didikan dari keluarga, lingkungan, teman dan dari dirinya sendiri. Tergantung bagaimana cara kita menyikapi hal-hal diatas. Jika kita benar-benar cerdas maka kita akan memilih yang baik dan membuang yang buruk. Memilih menjadi pribadi yang cerdas dan mengikuti perkembangan zaman tetapi tidak meninggalkan etika dan kesopanan.
http://m.harianmomentum.com/read/44380/harian-momentum-edisi-3-november-2022