Hybrid Learning Atasi Kekhawatiran Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Tanggal : 16 Apr 2021

Ditulis oleh : SOFI NIHAYATUL KAMILAH

Disukai oleh : 0 Orang

Virus corona masih meresahkan bumi kita, tak terkecuali Indonesia. Kebijakan baru terhadap pendidikan yang menetapkan pembelajaran jarak jauh menjadi hal yang melelahkan dan membosankan. Selain itu, kebijakan baru ini hanya meninggalkan beban bagi kita, dimana metode daring yang diharapkan menjadi solusi malah membuat kita frustasi. Kegiatan belajar dan mengajar antara siswa dan guru harus menerapkan konsep pembelajaran yang berbeda dari metode konvensional sebelumnya. Sehingga kita mengalami berbagai kesulitan, karena kurangnya persiapan dan bimbingan yang tidak optimal dari tenaga pengajar. Disinilah seharusnya peran guru menggunakan model yang cocok agar materi bisa tersampaikan dan diterima oleh kita selaku pelajar.

Di era new normal ini, dunia pendidikan sedang trend dengan istilah model Hybrid Learning. Hybrid learning merupakan alternatif solusi mewujudkan pembelajaran berkualitas dengan memanfaatkan portal rumah belajar. Model pembelajaran ini memadukan pembelajaran daring dan luring. Pembelajaran daring ialah pembelajaran siswa dan guru yang terkoneksi dengan internet. Sedangkan pembelajaran luring atau pembelajaran diluar jaringan ialah pembelajaran tidak terkoneksi internet. Pengembangan model ini merupakan langkah baru dalam menyambut revolusi industri 4.0 yang salah satunya ialah pengaplikasian model pendidikan dengan teknologi dan informasi khususnya dalam sistem pendidikan.

Pelaksanaan dan penerapan hybrid learning dirasa bisa membantu kita dalam proses pembelajaran. Karena pembelajaran daring menuntut kita dan semua komponen untuk sesegera mungkin bisa beradaptasi di era new normal ini. Sehingga dipilihnya model ini dirasa sangat membantu kita dalam pelajaran yang membutuhkan praktek secara langsung. Seperti praktikum, gerakan olahraga dan keterampilan lainnya. Selain itu,  kita juga akan mudah memahami materi yang diberikan saat pembelajaran daring dan dipraktekan pada pembelajaran luring.

Mekanisme pelaksanaan model hybrid learning dilakukan secara rotasi dengan jumlah siswa 50%. Misal, dari jumlah siswa 40 orang menjadi 20 orang setiap satu kali pertemuan tatap muka di kelas. Sisanya mengikuti pembelajaran daring, hal ini dilakukan secara bergantian. Pembelajaran tatap muka memberikan kesempatan bagi anak yang kesulitan melakukan PJJ. Orang tua dipersilahkan memilih model pembelajaran untuk anaknya, dan bagi yang kesulitan internet bisa datang 2-3 kali seminggu ke sekolah belajar dengan gurunya. Waktu disesuaikan dalam kesepakatan bersama dengan mengutamakan protokol kesehatan. Dengan ini, pembelajaran kita akan bebas dari beban kesulitan belajar dan peran guru pun bisa memaksimalkan dalam pembelajaran tatap muka berlangsung.

Model hybrid learning ini memiliki keunggulan tersendiri, yaitu :

Pertama, lebih efektif dan efisien, karena tidak bisa dipungkiri lagi, kita memang memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Contohnya saja : ada tipe yang menyukai belajar sambil mendengarkan, ada yang suka belajar dengan suasana sunyi dan tenang, dan ada juga yang suka belajar dengan cara melihat dan mendengarkan. Dengan adanya model ini seolah jawaban dari hal tersebut. Kita dapat mengatur dan memilih waktu belajar sendiri dimana saja dan kapan saja. Tentunya, selain efektif ini akan mengurangi biaya hingga 50% lebih rendah dibandingkan dengan cara belajar konvensional.

Kedua, model ini menjadi trend di masa mendatang. Di era new normal, model ini menjadi trend dan cukup diminati oleh semua kalangan. Karena kita juga merasa model ini sangat memudahkan mencari informasi dalam pembelajaran. Sehingga, di era bonus demografi mendatang model ini sangat mendukung untuk indonesia maju dibidang teknologi yang unggul.

Ketiga, mendukung pengembangan keterampilan digital peserta didik dan pengajar. Keberadaan model ini, kita akan mampu meningkatkan keterampilan digital dalam proses pembelajaran. Karena dengan perangkat digital yang terkoneksi dengan jaringan internet, membuat kita dapat berinteraksi secara terus menerus dengan media teknologi. Sehingga kita akan selalu mengikuti alur perkembangan teknologi dan menjadikan teknologi sebagai sahabat sejuta manfaat.

Dengan adanya model baru ini, kita tidak perlu khawatir lagi dengan pembelajaran yang melelahkan dan membosankan. Karena kedepannya sudah ada solusi bagi permasalahan kita. Dimana dengan diterapkannya model hybrid learning di era new normal ini,  pembelajaran kita bisa lebih efektif dan tentunya akan mengurangi kejenuhan kita setelah pembelajaran daring. kelas tatap muka sebagai pengalaman interaktif dan penghilang rasa jenuh, dan kelas online sebagai konten multimedia yang mudah diakses dalam pembelajaran.

koran : Pos Belitung




POST TERKAIT

POST TEBARU