Jenis-Jenis Sampah dan Pengolahannya

Tanggal : 05 Apr 2021

Ditulis oleh : MASITA ZUMNA MAULIDA

Disukai oleh : 1 Orang

Sampah sering dianggap barang atau sisa yang sudah tidak dipakai, sehingga dianggap tidak berguna. Namun, jika diolah dengan baik, sampah-sampah yang sudah dibuang masih bisa dijadikan sesuatu yang bermanfaat sesuai dengan jenisnya. Menumpuk sampah-sampah terlalu banyak akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan menyebabkan global warming. Karena itulah, akan lebih baik jika sampah dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bisa berguna.

Sampah merupakan sisa-sisa pembuangan yang sudah tidak terpakai seperti bungkus makanan, botol minuman dan barang-barang bekas yang sudah rusak. Sampah dianggap sudah tidak berguna, sehingga dibuang begitu saja dan menumpuk, sehingga sering menyebabkan banjir dan bau yang tidak sedap. Selain itu, masih banyak orang yang belum bisa membedakan sampah yang bisa diolah dan tidak bisa diolah, jika sudah banyak yang bisa membedakan jenis-jenis sampah, akan mengurangi global warming yang semakin mengancam bumi dan mencegah banjir.  

Sampah juga dibedakan menjadi beberapa jenis, yang pertama, sampah dibedakan berdasarkan sumbernya. Jika dibedakan melalui sumbernya, jenis sampah yang pertama adalah sampah alam. Sampah alam bisa dicontohkan seperti daun-daun dari pohon yang berguguran, bangkai hewan dan kotoran hewan. Untuk mengolah sampah alam, biasanya dengan cara dibakar. Jenis sampah kedua berdasarkan sumbernya adalah sampah konsumsi, contoh sampah konsumsi adalah sisa makanan.

Berikutnya jenis sampah yang dibedakan berdasarkan sifatnya, yaitu anorganik dan organik. Sampah organik contohnya yang gampang membusuk, seperti  sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah-sampah organik bisa dimanfaatkan untuk menjadi pupuk kompos bagi tanaman. Jenis sampah yang dibedakan berdasarkan sifatnya yang kedua adalah anorganik. Contoh dari sampah anorganik adalah plastik, wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol gelas minuman, kaleng, dan kayu. Sampah-sampah anorganik merupakan barang-barang yang susah diolah. Karena sampah anorganik susah diolah, sampah anorganik bisa dimanfaatkan lebih lanjut dengan dijual kembali atau dijadikan bentuk lain, contohnya plastik yang sudah tidak terpakai dapat diolah kembali menjadi mainan. Botol yang sudah tidak terpakai bisa diubah menjadi pot untuk tanaman.

Jenis sampah juga bisa dibedakan berdasarkan bentuknya, yaitu bentuk padat, cair dan masih banyak lagi. Jenis sampah yang pertama jika dibedakan melalui bentuk adalah sampah padat, contoh sampah padat adalah  sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal dan gelas. Sampah padat bisa digolongkan menjadi sampah anorganik karena sulit untuk diolah. Namun, sampah padat juga ada yang tergolong sampah organik, contohnya adalah sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting dan rumput.

Jenis sampah berdasarkan bentuk yang selanjutnya adalah sampah cair, contoh sampah ini adalah sisa-sisa yang berbahan cair yang sudah dipakai seperti limbah hitam yang dihasilkan melalui tempat pembuangan. Contoh lainnya dari sampah cair adalah suatu cairan yang dihasilkan melalui sisa-sisa pembuangan di dapur, kamar mandi dan tempat mencuci yang berbentuk cair seperti sabun cuci.

Dengan mengetahui jenis-jenis sampah dan cara mengolahnya, manfaatnya adalah bisa mencegah penumpukan sampah, sehingga bisa mencegah banjir dan mengurangi global warming. Selain itu, penumpukan sampah akan membuat munculnya gangguan kesehatan karena dapat membuat hadirnya lalat yang menyebabkan penyakit berbahaya atau munculnya tikus yang juga bisa menyebabkan penyakit. Penumpukan sampah juga bisa membuat daya tarik wisatawan menurun, karena akan membuat pengunjung menjadi tidak nyaman, dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi. sehingga jumlah kunjungan wisatawan menurun, yang berarti devisa negara juga menurun, tentunya akan merugikan bagi negara.

Agar mencegah penumpukan sampah, bisa dilakukan pengolahan sampah seperti daur ulang dengan menjadikan sampah yang masih bisa dipakai menjadi barang dengan bentuk lain. Hal ini dapat dilakukan terutama untuk sampah-sampah yang susah diolah atau anorganik, seperti sampah plastik, bungkus plastik dan botol minuman. Contohnya dengan cara Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di dijadikan barang lain atau mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk diubah menjadi barang yang lain.

Mencegah penumpukan sampah juga dapat dilakukan dengan mengurangi sampah, contohnya membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja, karena plastik merupakan sampah yang sulit diolah. Kedua, yaitu membeli kemasan isi ulang untuk shampo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis. Yang ketiga adalah membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar, agar bisa dipakai dalam waktu yang lama. Cara yang ketiga untuk mencegah penumpukan sampah adalah menggunakan barang yang masih bisa dipakai, contohnya seperti menggunakan baju untuk kerajinan tangan dan memanfaatkan botol plastik bekas untuk wadah bumbu dapur dan minuman. Dengan melakukan pencegahan penumpukan sampah, bisa bermanfaat untuk menghilangkan banjir dan global warming.

Koran Mata Banua

https://matabanua.co.id/2021/04/05/e-paper-harian-pagi-mata-banua-senin-5-april-2021/




POST TERKAIT

POST TEBARU