Mahasiswa Aktif untuk Memerangi Covid-19

Tanggal : 03 Sep 2021

Ditulis oleh : RIYAN FITRIYANI

Disukai oleh : 1 Orang

Masa depan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh generasi muda. Sebagaimana yang telah kita ketahui, mahasiswa merupakan salah satu aset penting bagi bangsa dan penerus bangsa yang terdidik. Sejarah telah mencatat, gerakan pemuda memiliki peran penting dalam tegaknya suatu bangsa. Kemerdekaan yang sedang kita nikmati saat ini merupakan salah satu bukti hasil dari perjuangan para pemuda Indonesia dalam melawan segala bentuk penindasan terhadap rakyat Indonesia. Pemuda memiliki jiwa semangat yang bergelora. Sebagaimana Bung Karno pernah mengatakan “Beri aku 10 pemuda maka akan ku guncang dunia.” Mahasiswa dengan segala fungsi dan perannya diharapkan dapat menciptakan sebuah perubahan dikarenakan mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang terdidik. Mahasiswa dianggap terdidik dan mempunyai perilaku baik sehingga menjadi generasi penerus bangsa.


Seperti dalam kondisi pandemi sekarang ini. Lalu apa yang bisa dilakukan mahasiswa di era pandemi? Dampak di era pandemi saat ini tentunya telah menghambat gerak bebas masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, tak ubahnya  juga berdampak pada mahasiswa yang mengharuskan mahasiswa melakukan kegiatan pembelajaran secara darring dirumah. Terdapat sebuah pemikiran, apakah mahasiswa dengan pembelajaran online dirumah tidak bisa apa-apa? Apakah mahasiswa hanya sibuk didepan laptop untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen? Apakah mahasiswa berbondong-bondong menonton film sambil berbaring diatas kasur?


Begitu disayangkan, jika mahasiswa yang merupakan agen perubahan dan pengontrol kehidupan sosial menutup mata hanya dengan santai-santai saja dirumah karena dampak yang ditimbulkan oleh pandemi ini. Padahal begitu banyak hal yang di kehidupan masyarakat yang dapat dibantu oleh peranan mmahasiswa. Apakah dengan kondisi seperti ini mahasiswa hanya diam saja? Dalam era pandemi seperti ini mahasiswa harus menjadi warga yang kreatif dan sebagai pemimpin. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk melakukan tindakan pencegahan dari virus tersebut dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan menjaga kesehatan dan mematuhi protokal yang ada. Tetap berada dirumah dan keluar rumah apabila ada kepentingan yang mendesak dengan memakai masker dan sering mencuci tangan dengan tidak meninggalkan protokol yang ada.

 
Mahasiswa dapat memanfaatkan media sosial yang ada dengan bijak. Mahasiswa dapat mengajak masyarakat untuk mengetahui informasi mengenai Covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak fisik serta menggalang donasi yang akan ditujukan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Selain itu, mahasiswa dapat melakukan gerakan sosial dengan cara terjun langsung menjadi relawan satgas Covid-19 di daerah yang terdapat covid. Mahasiswa juga dapat menjadi relawan dengan menyalurkan bantuan makanan bergizi, vitamin, dan masker sehingga dengan elemen yang ada salin bahu-membahu untuk memberantas penyebaran Covid-19. 


Dampak lain yang ditimbulkan karena Covid-19 adalah sistem pendidikan menjadi kacau ditengah adanya pandemi ini. Dampak dari pandemi ini telah menghambat gerak bebas mahasiswa dalam menjalankan kegiatan pembelajaran sehingga mengharuskan mahasiswa melakukan kegiatan pembelajaran online di rumah. Permasalahan dimulai dari sini, dengan diberlakukannya kuliah online mahasiswa dituntut untuk memiliki laptop, atau handphone beserta paket data yang cukup. Disinilah permasalahannya, tidak semua mahasiswa memiliki laptop atau handphone android. Belum lagi banyak mahasiswa yang tinggal di daerah dengan saluran jaringan internet yang dibilang kurang baik. Permasalahan ini menambah problematika dalam kegiatan belajar mahasiswa.


Kondisi perekonomian setiap mahasiswa tidaklah semuanya dalam hidup yang berkecukupan. Jangankan untuk membeli paket data internet, dalam konsisi pandemi seperti ini untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari keluarganya saja barangkali masih ada yang kurang. Dalam kondisi yang normal saja banyak orang tua yang masih kekurangan untuk memenuhi kebutuan sehari-hari sehingga harus mencari hutang kesana kesini untuk anaknya dan banyak mahasiswa yang sambil bekerja untuk mencukupi biaya kuliah dikarenakan orang tuanya tidak mampu untuk membiayai seluruh biaya selama kuliah. 


Ditambah dengan adanya pembelajaran online di rumah menambah dana dan penyediaan sarana untuk bisa mengikuti aktivitas pembelajaran. Kegiatan pembelajaran online membuat mahasiswa kesulitan dengan berbagai keluhan seperti tugas yang diberikan oleh dosen kurang jelas, jaringan internet yang kurang lancar, bahkan kesehatan mata terganggu akibat menatap layar handphone terlalu lama. Banyak mahasiswa yang beranggapan bahwa hak yang di dapat mahasiswa selama pembelajaran daring di era pandemi tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan untuk memenuhi kuliah selama satu semester. Berbagai masalah ini harus segera ada solusinya, agar mahasiswa merasa nyaman mengikuti pembelajaran darring walau di tengah pandemi ini. Dalam kondisi seperti ini bukan lagi waktunya mahasiswa untuk berdiam diri dirumah. Sebagai mahasiswa kita tidak hanya bisa menuntut tetapi juga mengembangkan perannya sebagai mahasiswa yang terdidik. 


Sebagai mahasiswa banyak hal yang harus dicermati dari pandemi saat ini, seperti masih banyak pihak-pihak yang coba memasifkan kepentingan pribadinya dengan memanfaatkan kondisi seperti ini. Hal seperti ini dapat kita lihat dari maraknya berita- berita maupun konten-konten yang tidak sesuai dengan kebenarannya atau sering disebut berita hoax yang muncul di berbagai media sosial. Peran kita sebagai mahasiswa dalam menghadapi keadaan sepertiini harus bersikap selektif dan kritis dalam menanggapi dan menerima berita yang beredar. Disadari maupun tidak disadari hal ini menjadi sebuah permasalahan baru di tengah era pandemi seperti ini. Dizaman teknologi yang semakin canggih seperti ini, pertarungan informasi sangat luar biasa sebab masyarakat dapat dengan mudah mengakses berita-berita terbaru tentang Covid-19 tanpa dibarengi dengan literasi media yang dimiliki masyarakat itu sendiri.


Masyarakat kurang selektif dalam menerima berita yang beredar. Padalah banyak berita-berita yang belum tentu benar akan kebenarannya sehingga masyarakat dengan mudahnya mengambil kesimpulan mengenai berita tersebut. Sangat disayangkan jika masalah seperti itu terjadi terus menerus. Mendengar permasalahan seperti itu kita sebagai mahasiswa harus memberikan contoh bagaimana sikap yang baik dalam menerima sebuah berita, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang kurang selektif dalam menerima berita. Mahasiswa harus aktif dan kritis dalam memberikan pemberitaan di media sosial.


Adanya kondisi seperti ini sesungguhnya peran seorang mahasiswa sebagai kaum terpelajar dengan tidak mudah tergiring oleh berita hoax yang beredar di media sosial. Tidak mudah percaya terhadap informasi yang sedang diperbincangkan di masyarakat, sebab mahasiswa memiliki sikap kritis dalam menerima setiap persoalan yang ada di sekitarnya. Menelaah terlebih dahulu setiap berita yang diterimanya, tidak boleh apatis atau menerima apa adanya tanpa ada pertimbangan. Di era pandemi ini, sudah menjadi kewajiban besar bagi mahasiswa dalam membawa masyarakat dan negara menujuperubahan yang lebih baik. Dalam menjaga kenyamanan hidup masyarakat terkait maraknya berita hoax yang beredar serta bijak dalam menggunakan teknologi.

Koran Mata Banua

https://matabanua.co.id/2021/08/30/e-paper-harian-pagi-mata-banua-senin-30-agustus-2021/




POST TERKAIT

POST TEBARU