Makanan Siap Saji Gen Z Saat Ini

Tanggal : 16 Dec 2024

Ditulis oleh : AQILA ANZILI ROHMAH

Disukai oleh : 0 Orang

Makanan adalah kebutuhan pokok yang harus terpenuhi, untuk menunjang keberlangsungan hidup manusia. Kebutuhan makanan setiap manusia harus terpenuhi agar mempunyai energi untuk menjalankan aktivitasnya. Maka dari itu makanan adalah bagian yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia. Setiap manusia yang bernyawa pasti membutuhkan makanan untuk keberlangsungan hidupnya. Perlunya asupan makanan yang bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan pokok setiap harinya. Asupan makanan yang bergizi seimbang sangat penting untuk di terapkan dalam kehidupan. Pentingnya menjaga pola makan setiap harinya dan menjaga daya tahan tubuh. Dari makanan tersebut kita bisa memenuhi kebutuhan pokok dan asupan untuk tubuh agar bisa menjaga Kesehatan dan tentu pastinya menjaga daya tahan tubuh diri kita masing-masing. 

Sebagian besar orang tidak memperhatikan pola makan dan asupan makanan untuk tubuh. Pada umumnya orang-orang lebih memilih makanan yang simpel, praktis, cepat di olah, cepat di dapat, tanpa memikirkan resiko apa yang nantinya akan didapatkan. Hal ini terjadi pada era saat ini, yaitu Era Gen Z. Gen Z sendiri merujuk pada generasi yang lahir antara 1997-2012, dimana generasi Z ini adalah generasi sosial pertama yang tumbuh di era kemajuan teknologi yang pesat. Kemajuan tekonologi yang pesat setiap harinya membuat banyak tren yang terjadi di era saat ini. Tren yang popular di kalangan Gen Z salah satunya adalah tren makanan siap saji. Pesatnya kemajuan teknologi yang membuat tren makanan siap saji cepat viral dan menjadi konsumsi public.

Aneka macam jenis makanan populer di era Gen Z ini. Kepopuleran makanan sering dijadikan standar makanan oleh anak-anak Gen Z. Makanan yang menurut Gen Z adalah standar mereka, namun itu berakibat tidak baik untuk tubuhnya di masa yang akan mendatang. Berdasarkan laporan baru dari penyedia wawasan Gen Z, Knit, yang mengeksplorasi preferensi bersantap generasi tersebut untuk membantu operator lebih memahami apa yang menarik konsumen muda ke restoran. Studi yang berjudul “Laporan Restoran dan Tempat Makan Gen Z 2022” menyebutkan bahwa tiga dari empat konsumen Gen Z—usia 10-25 tahun—pergi ke kafe misalnya Starbucks dan Dunkin, restoran cepat saji (misalnya McDonald's dan Taco Bell), dan restoran cepat saji misalnya Panera dan Chipotle??setidaknya beberapa kali per bulan. (https://www.fermag.com/articles/generation-z-loves-fast-food/). Banyaknya Gen Z yang lebih memilih makanan siap saji dari pada makanan rumahan. Peminat makanan siap saji di kalangan Gen Z setiap harinya semakin meningkat. Gen Z lebih memilih membeli makanan siap saji dari pada harus ribet-ribet memasak. Kalangan ini pada umumnya suka mengonsumsi makanan siap saji dan menjadikan makanan siap saji tersebut adalah standar makanan di kalangan Gen Z. Secara garis besar Gen Z hanya memikirkan kenyangnya saja, tidak memikirkan apa akibat yang akan di alami nantinya. Kalangan ini selalu mengandalkan makanan siap saji untuk menunjang kebutuhan pokoknya. Makanan siap saji yang mengandung zat aditif berupa bahan pengawet, pewarna, penyedap dan pemanis. Bahan-bahan   tambahan tersebut dapat berupa bahan organik, ataupun anorganik yang memungkinkan bahan dasar makanan tetap dalam bentuk aslinya akan tetapi memungkinkan pula bahan-bahan dasar makan mengalami perubahan-perubahan akibat terjadinya reaksi-reaksi selama proses penyimpannya. Penggunaan zat aditif pada makanan yang tidak bijaksana dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan misalnya keracunan, kerusakan syaraf, ginjal, hati, cacat kelahiran, gangguan gastroenteritis, kejang-kejang, anomalia kaki, kelainan pertumbuhan, kemandulan ataupun bisa berujung kematian. Maka dari itu perlunya mewaspadai pengonsumsian makanan siap saji.

Makanan siap saji menjadi makanan andalan di era Gen Z.  Terdapat beberapa penelitian yang mengatakan bahwa ada empat aspek yang memotivasi gen Z mengonsumsi makanan siap saji yaitu meniru orang lain, ajakan teman, pergaulan, dan kesenangan. Pergauan di era Gen Z sangat berpengaruh dengan gaya makan generasi saat ini. Tak hanya itu gen ini hanya memikirkan kesenangannya saja, mengikuti standar makan orang lain tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi. Di sisi lain faktor gen Z mengonsumsi makanan siap saji adalah faktor keluarga yang bisa jadi di keluarga tersebut tidak pernah memasak dan lebih memilih mengandalkan makanan siap saji.

 Perkembangan informasi dan teknologi menjadi pendukung majunya iklan pada era gen Z ini. Iklan pada era sekarang sangat mudah untuk di pasang dan di sebarkan melalui platfrom media sosial seperti Instagram, tik tok, twiter, facebook, youtube, threads. Hal tersebut membuat iklan, terutama yang berkaitan dangan makanan cepat viral, bahasa sekarangnya itu FYP. Berbagai konten mukbang, kulineran dan lain lain sering lewat ke beranda anak gen Z. Dengan begitu gen Z muudah tergiur akan konten makanan siap saji tersebut. Pada era ini banyak sekali makanan siap saji yang di jual di berbagai penjuru daerah. Penjual yang menawarkan berbagai macam aneka makanan siap saji dengan berbagai variasi untuk menarik minat pembeli. Makanan siap saji yang tren di era gen Z contohnya ada pizza, McD, KFC, hamburger, Hot dog, kebab, ayam crispy, aneka makanan berminyak, aneka junk food, fast food, dan masih banyak lagi. Gen Z ini lebih suka mengonsumsi makanan siap saji dari pada makanan rumahan.

Salah satu makanan siap saji yang popular tetapi ramah di kantong di era ini adalah gorengan. Gorengan selalu menjadi makanan primadona di kalangan Gen Z, tetapi gorengan ini bukan masuk ke standar makanan gen Z saat ini. Gorengan hanya di jadikan makanan tambahan atau cemilan saja. Gorengan menjadi makanan siap saji yang popular dari masa ke masa, dan sangat di gemari karena harganya yang murah. Tidak hanya karena harganya murah, tetapi juga karena gorengan mudah untuk di dapatkan, seperti cnontohnya bisa membeli ke penjual gorengan gerobak pinggir jalan ataupun di angkringan. 

Selain karena harganya murah dan mudah untuk didapatkan, gorengan memiliki cita rasa khas yang gurih. Rasa itu yang membuat kalangan gen Z menjadi suka mengkonsumsi gorengan. Dengan uang seribu rupiah saja bisa membeli satu buah gorengan siap makan dengan cita rasa khas yang gurih dan bikin nagih. Gorengan memang menjadi makanan siap saji andalan gen Z. Harganya yang terjangkau, mudah di dapat, memiliki cita rasa khas yang gurih dan bikin nagih itu adalah alasan sebagian besar gen Z menjadikan gorengan menjadi makanan andalan untuk mengganjalal perut yang lapar, tambahan lauk makan, bisa juga untuk nyemil santai di pagi hari atau sore hari. 

Di sisi lain mengkonsumsi gorengan berlebihan akan berdampak tidak sehat. Karena dengan mengkonsumsi gorengan berlebihan bisa menimbulkan penyakit bagi tubuh. Diantaranya menyebabkan obesitas, sakit tenggorokan, batuk, dan lain sebagainya. Sebagian besar kalangan Gen Z yang menkonsumsi gorengan tidak memikirkan dampak bagi tubuhnya. Mengkonsumsi gorengan berlebihan sangat perlu di waspadai, karena gorengan memiliki jumlah kalori yang tinggi. Proses pengorengan pada gorengan perlu untuk di waspadai karena jika penjual gorenggan menggoreng dagangannya menggunakan minyak bekas itu dapat menyebabkan timbulnya penyakit. Minyak goreng yang sudah di pakai lebih dari 4x sebaiknya tidak di gunakan lagi, karena dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yang tidak di inginkan. Minyak yang dipakai dalam proses penggorengan secara berulang-ulang akan menimbulkan perubahan warna menjadi kehitaman. Perubahan tersebut biasanya disebut dengan minyak jelantah. Minyak tersebut berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Minyak jelantah dapat menyebabkan berbagai penyakit, di antaranya, Kanker, Obesitas, Infeksi bakteri, Penyakit degeneratif seperti Parkinson atau Alzheimer, Penyakit hati dan kardiovaskular. Minyak jelantah mengandung senyawa organik aldehid yang dapat berubah menjadi senyawa karsinogen, zat pemicu kanker pada tubuh manusia.

Pentingnya menjaga pola makan dan asupan untuk tubuh. Jangan mudah tergiur dengan makanan siap saji yang sedang viral. Berbagai makanan tersebut bisa membuat munculnya berbagai penyakit di dalam tubuh, untuk itu pentingnya menjaga pola makan dan asupan dan juga mewaspadai makanan siap saji yang sedang tren saat ini. 




POST TERKAIT

POST TEBARU