Meningkatkan Disiplin Siswa SMA Melalui Penguatan Teori Behaviorisme
Tanggal : 21 Dec 2023
Ditulis oleh : ROHIMA ISNAINI JUNININGSIH
Disukai oleh : 0 Orang
Siswa SMA (Sekolah Menengah Atas) berada dirata-rata usia 16-18 tahun dengan keingintahuan yang sangat tinggi. Terkadang keingintahuan tersebut tidak mengenal batasan waktu. sehingga pada saat sekolah, banyak pesrta didik yang kesiangan hadir ke sekolah ataupun tidak datang ke sekolah. Masalah pada siswa SMA adalah siswa yang belum bijak dalam membagi waktu dan banyak siwa yang bergadang pada malam hari, ketika masuk sekolah. Oleh karena itu, banyak siswa SMA yang belum memiliki karakter disiplin.
Disiplin adalah sebagai latihan yang tujuannya untuk mengembangkan diri agar bisa berperilaku teratur dan tertib. Disiplin dapat juga diartikan sebagai bentuk kepatuhan seseorang terhadap tata tertib yang ada. Disiplin dapat dilatih dan ditingkatkan di lingkungan sekolah. Salah satu seseorang yang dapat meningkatkan disiplin siswa adalah guru.
Guru adalah seseorang yang menjadi contoh bagi setiap muridnya. Segala sesuatu hal yang dilakukan oleh guru haruslah hal hal yang baik yang nantinya akan ditiru oleh peserta didiknya. Jadi untuk menjadi seorang guru harus memenuhi standar yang bermutu, misalnya dalam hal kedisiplinan. Guru perlu mempunyai sikap disiplin untuk memberikan teladan bagi siswanya, karena kedisiplinan pada siswa sangat berdampak pada proses pembelajaran.
Guru dapat mendiskusikan dengan siswa tentang disiplin dalam menggunakan waktu, disiplin dalam beribadah, disiplin dalam masyarakat, disiplin dalam kehidupan berbangasa dan bernegara. Guru juga dapat menempel slogan-slogan tentang disiplin di dinding-dinding sekolah misalnya bertuliskan “Budayakan Disiplin” atau yang lainnya agar siswa selalu ingat tentang pentingnya disiplin. Kedisiplinan siswa bisa diawali dengan menaati peraturan-peraturan yang ada di sekolah. Maka guru harus tegas dalam menegakkan peraturan sekolah. Dengan demikian siswa akan terbiasa menaati peraturan sekolah.
Disiplin sangat penting diterapkan di lingkungan sekolah. Tentunya jika dalam suatu kelas tidak ada kedisiplinan pada siswa, akan terjadi kekacauan yang menimbulkan suasana yang tidak kondusif serta dapat mengganggu proses belajar mengajar. Guru yang baik dapat memberikan contoh yang baik kepada siswanya. Bagaimana cara meningkatkan sikap disiplin di kalangan siswa SMA?
Caranya yaitu dengan membiasakan siswa SMA untuk melakukan kedisiplinan di sekolahnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk memiliki sikap disiplin dan mengajarkannya kepada siswa-siswanya. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan disiplin siswa di dalam suatu kelas serta membantu meningkatkan proses belajar mengajar. Agar dapat mengajarkan kepada siswa, penting bagi guru mempunyai wawasan tentang bagaimana cara membiasakan disiplin. Salah satu wawasan yang perlu diketahui oleh seorang guru yaitu memahami tentang teori perkembangan belajar. Salah satu teori perkembangan adalah teori belajar behaviorisme.
Teori behaviorisme merupakan proses perubahan tingkah laku pada seseorang, sebagai hasil dari interaksi antara stimulus dan respon (Waruwu, 2004). Dengan kata lain Teori behaviorisme merubah perilaku siswa. Oleh karena itu, segala sesuatu yang diberikan oleh guru (stimulus) dan segala sesuatu yang diterima oleh siswa akan saling berkaitan dalam membentuk tingkah laku siswa. Teori belajar ini berfokus bahwa tingkah laku yang ditunjukkan seseorang akibat dari stimulus dan respon.
Teori behaviorisme ini bisa melatih karakter setiap siswa yang melekat pada dirinya. Pembentukan karakter dapat dilakukan di sekolah dan bisa diterapkan di sekolah maupun luar sekolah. Kemudian salah satu karakter siswa yang perlu di tanamkan di sekolah adalah disiplin. Karena disiplin ini dapat mempengaruhi kehidupan pada siswa. Agar siswa dapat terarah dan teratur sesuai dengan rencana yang diinginkan. Disiplin ini juga sangat penting, karena mempengaruhi hasil belajar siswa. Disiplin dapat mengoptimalkan siswa untuk berprestasi dan siswa yang kurang disiplin akan menghambat prestasinya. Dengan demikian, disiplin akan memberi kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sepenuhnya.
Dalam hal ini guru perlu mencontohkan sikap disiplin agar siswa melihat dan meniru apa yang dilakukan oleh guru. Teori belajar ini dilakukan melalui pengamatan oleh siswa dan kemudian siswa menirunya. Contohnya jika seorang guru mencontohkan untuk datang tepat waktu dan tidak terlambat, maka siswa akan memperhatikan guru tersebut, lalu siswa tersebut mengikutinya untuk datang tepat waktu dan tidak datang terlambat.
Kemudian guru memberi motivasi atau penguatan kepada siswa agar selalu bersikap disiplin. Misalnya memberi pujian kepada siswa yang selalu disiplin. Maka siswa akan termotivasi dan semangat untuk selalu disiplin. Contohnya sekarang ini beberapa dari siswa yang datang terlambat ke sekolah dengan alasan macet, padahal yang sebenarnya terjadi adalah siswa tersebut bangun kesiangan karena setelah begadang malam hanya untuk bermain gim online atau bermain gadget. Dalam hal ini guru bisa memberikan hukuman kepada murid yang terlambat. Maka dari itu tugas seorang guru adalah memotivasi siswa, agar menjadi siswa yang disiplin.
Kedisiplinan juga sangat penting dimiliki oleh siswa .Sebab faktor ini juga bisa menjadi salah satu penentu apakah siswa akan menjadi orang sukses atau gagal di masa depan. Disiplin juga sangat membantu dalam meningkatkan proses pembelajaran.
Tips disiplin yang bisa diterapkan yaitu : Pertama konsisten menerapkan disiplin. Kedua terdapat tata tertib yang jelas. Ketiga memberi contoh yang baik. Keempat melakukan kegiatan sesuai jadwal. Kelima mengetahui tujuan yang harus dicapai. Keenam berubah menjadi lebih baik. Ketujuh tegas dalam menerapkan disiplin. Kedelapan kerja sama yang baik antar guru dan murid. Untuk menjadikan kedisiplinan menjadi karakter siswa, akan sulit dilakukan tanpa ada kerja sama.
Teori ini dapat juga diterapkan untuk menumbuhkan sifat-sifat lain seperti ketekunan, kesopanan, dan lain-lain dengan membuat seseorang melakukannya dan diberi motivasi (dorongan), seperti anak-anak yang dibiasakan mengucapkan maaf atau terima kasih dalam sehari hari. Maka, mereka akan terbiasa dengan hal-hal tesebut. Hal ini membuktikan bahwa tingkah laku siswa yang merupakan reaksi terhadap lingkungan dan perubahan perilaku merupakan hasil dari belajar. Kedisiplinan juga dapat diinovasikan dengan setiap pagi guru menyambut kedatangan peserta didik di depan pintu gerbang sekolah. Maka, siswa menjadi lebih bersemangat untuk datang lebih awal ke sekolah atau datang ke sekolah dengan pakaian yang rapi dan lengkap.
Disiplin adalah jalur kesuksesan, tanpa disiplin kesuksesan hanyalah sebuah mimpi. Disiplin pahit untuk siswa yang malas, dan manis untuk siswa yang rajin. Mimpi buruk bagi siswa yang pesimis dan mimpi indah untuk siswa yang selalu optimis. Sulit menerapkan disiplin jika belum dibiasakan pada siawa. Namun akan menjadi suatu hal yang mudah bagi siswa yang terbiasa menerapkan disiplin.
Guru membiasakan untuk selalu disiplin dan siswa yang melihatnya akan mengikuti apa yang dilakukan oleh gurunya. Melalui disiplin, hal yang mustahil bisa dicapai. Namun tentunya harus dicapai dengan kesungguhan. Mendisiplinkan siswa bukan hanya tugas guru, orang tua dan lingkungan juga memegang peranan penting dalam perkembangan siswa karena apa yang dilakukannya juga akan ditiru.