Menjaga Bumi dengan Menghapus Email
Tanggal : 22 Nov 2021
Ditulis oleh : ENI LISTIOWATI
Disukai oleh : 1 Orang
Kini banyak orang-orang yang tidak lagi menggunakan surat dalam mengirim pesan. Hanya dengan bermodalkan smartphone atau laptopnya semua orang dapat dengan mudah menyampaikan pesan kepada orang lain. Salah satunya dengan menggunakan bantuan aplikasi berupa email. Memang dengan menggunakan aplikasi ini, kita dapat mengurangi polusi kertas yang ada di bumi. Namun, sebenarnya email juga dapat meningkatkan emisi karbon.
Email yang menumpuk biasanya masuk ke bagian Spam dan Inbox yang belum dibaca. Semua email yang belum dibaca tersebut disimpan dalam suatu penyimpanan besar yang disebut dengan Cloud. Pada penyimpanan inbox ini membutuhkan tenaga listrik yang cukup banyak dan sebagian besar didapatkan dari bahan bakar fosil. Hal itulah yang menyebabkan email ikut berperan dalam emisi karbon.
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, email yang menumpuk tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada bumi berupa pemanasan global. Karena dengan mengirim email diduga dapat menambah karbon dioksida (CO2) beracun. Menurut data di Amerika Serikat (AS) yang dilansir The Good Planet, tercatat bahwa rata-rata warganya mempunyai sekitar 500 email yang belum dibaca. Hal itu dapat diasumsikan bahwa setiap email akan memberikan 0,3 gram CO2 berdasarkan emisi karbon, yang mana berarti kita akan berurusan dengan 150 gram karbon dioksida per warga Negara AS-nya.
Eco2 Greetings menghitung bahwa email berupa teks menyumbang 4 gram CO2e (setara dengan karbon dioksida). Berdasarkan hal tersebut, diperkirakan bahwa setiap tahunnya email dapat memancarkan sekitar 136 kilogram CO2e yang mana hal itu setara dengan mengemudi mobil 320.200 kilometer bertenaga gas atau sama dengan mobil yang menghabiskan 7,6 liter bensin. Meskipun demikian, sebenarnya email masih dapat dikatakan lebih ramah lingkungan. Menurut Science Focus, email hanya memerlukan 1,7 persen energi dibandingkan mengirim surat kertas.
Tentunya kita tidak dapat menghentikan penggunaan email dalam kehidupan. Namun, banyak cara yang dapat dilakukan agar dapat mengurangi emisi karbon dari email itu sendiri. Kita dapat memulai dengan menghapus email-email yang sudah tidak diperlukan lagi. Kita juga dapat berhenti berlangganan atau subscribe email serta media yang sebenarnya tidak ingin dibaca. Mematikan notifikasi email dari berbagai jaringan seperti Facebook, LinkedIn, dan Twitter jika tidak dibutuhkan juga termasuk bagian dari kegiatan mengurangi emisi karbon. Terakhir juga dapat dengan mengecilkan lampiran email dan menggunakan format file yang lebih ringan agar mengurangi penggunaan energi yang berlebih.
Menurut The Good Planet, pada tahun 2019 sekitar 107 miliar email spam dikirim dan diterima setiap harinya. Apabila setiap orang menghapus 10 email maka hal itu menyebabkan terjadinya penghematan 1.725.00 gigabyte ruang penyimpanan dan sekitar 55,2 juta kilowatt daya.
Tanggung jawab kita sebagai penghuni bumi sebaiknya mulai membiasakan diri untuk menjaga kelestarian bumi ini. Kelak dikemudian hari, generasi penerus tidak perlu repot mencari pengganti planet Bumi untuk dapat ditinggali. Mungkin dengan hal-hal yang menurut kita remeh ternyata memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan selanjutnya
https://harianmomentum.com/read/37504/harian-momentum-edisi-8-november-2021