Menjemput Ramadhan Spesial Meski Pandemi Belum Usai

Tanggal : 13 Apr 2021

Ditulis oleh : SOFI NIHAYATUL KAMILAH

Disukai oleh : 0 Orang

Beberapa hari lagi kita akan menyambut bulan yang dirindukan oleh setiap kalangan, yaitu bulan Ramadhan. Dimana momen-momen penuh kesan indah buat kangen di bulan Ramadhan. Keindahannya diwarnai dengan penuhnya jamaah disetiap mesjid dan musholla. Setiap malam umat muslim melaksanakan sholat tarawih berjamaah, dimana momen inilah bisa menanamkan rasa sosial dan persatuan yang kuat. Dan momen paling ditunggu ialah berkumpul bersama teman lama saat bukber puasa, serta menikmati suasana ngabuburit sambil menunggu suara bedug maghrib dipukul.
Di tahun ini, pandemi masih singgah di seluruh pelosok dunia hingga jutaan umat manusia berjatuhan. Sehingga keindahan Ramadhan pun akan sama seperti tahun sebelumnya. Dimana ibadah Ramadhan kali ini dihadapi dengan rasa keprihatinan dan kewaspadaan pada paparan virus corona. Pemerintah menetapkan kebijakan ini, kebijakan yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (April, 2021) menjelaskan bahwa khusus untuk kegiatan ibadah selama Ramadhan yakni tarawih, pada dasarnya diperkenankan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Serta kebijakan Kemenhub Budi Karya Sumadi (April, 2021) menjelaskan bahwa aktivitas mudik lebaran dilarang secara tegas.
Pemerintah juga membatasi aktivitas sosial diluar rumah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19 dengan menerapkan aturan work from home (WFH). Dengan kondisi ini, ibadah di bulan Ramadhan menjadi lebih personal. Sudah seharusnya berdiam dirumah saat bulan Ramadhan bisa menjadikan media umat muslim untuk bermuhasabah diri. Karena wabah ini adalah sebuah teguran karena ulah tangan manusia yang melampaui batas. Untuk itu, bulan Ramadhan sebagai sarana bertaubat pada sang pencipta dan menarik diri dari hiruk pikuk kebiasaan duniawi. 
Peradaban umat islam yang terjadi pada bulan Ramadhan silam, seperti perang badar. Dimana pertempuran kaum musllim dan kafir dalam keadaan berpuasa bisa dimenangkan oleh kaum muslim. Ruang yang terbatas seperti pandemi tidak menjadikan alasan bahwa Ramadhan harus bermalas-malasan. Berdiam diri di rumah memiliki banyak hikmah yang bisa kita peroleh. Sehingga hikmah dari Ramadhan bisa kita rasakan meski pandemi masih berkeliaran.
Menurut M. Nurul Ikhsan Saleh (2020) menjelaskan ada beberapa kiat meraih berkah Ramadhan di tengah pandemi :
Pertama, semangat dalam beribadah. Kondisi pandemi tak bisa menjadi alasan untuk tidak melaksanakan ibadah Ramadhan. Karena kita harus bisa menjemput berkah Ramadhan agar pahala yang didapat bukan haus dan dahaga saja.
Kedua, tolong menolong. Ditengah pandemi Covid-19 banyak disekitar kita yang membutuhkan bantuan, dengan memberikan sebagian dari harta kita pasti dapat membantu meringankan beban mereka.
Ketiga, isolasi diri dengan ibadah di rumah. Sebagai umat beragama, pandemi Covid-19 justru menjadi peluang mendulang berbagai amal utama, tidak hanya ibadah kepada sang ilahi saja, tetapi kebaikan terhadap sesama manusia pun harus dikerjakan.
Keempat, bertawakkal kepada Allah dan memperbanyak taubat. “Hendaknya kita mengetahui secara yakin bahwa tidak ada yang berbuaut dalam alam wujud ini kecuali allah, dan bahwa setiap yang ada bail mahluk maupun rizki, sakit atau sehat, hidup atau mati dan segala hal yang disebut sebagai sesuatu yang ada, semuanya adalah dari Allah,” ujarnya. Dengan kiat usaha tadi, jika dilaksanakan keberkahan puasa akan tercapai.

koran : matabanua

link : https://matabanua.co.id/2021/04/13/e-paper-harian-pagi-mata-banua-selasa-13-april-2021/

 




POST TERKAIT

POST TEBARU