Model Pembelajaran PAKEM Masa Kini
Tanggal : 16 Jun 2021
Ditulis oleh : MASITA ZUMNA MAULIDA
Disukai oleh : 1 Orang
Tidak sedikit dari para pendidik yang mengeluh tentang persoalan cara mengajar murid – muridnya, mereka sudah mencoba berbagai metode pembelajaran agar apa yang disampaikan dapat dengan mudah dipahami oleh murid. Tapi yang terjadi adalah murid mengantuk dan nilai ujian masih begitu – begitu saja, sedangkan si pendidik sudah lelah-lelah menjelaskan materi dari a sampai z tanpa terkecuali. Mengapa bisa demikian?
Bagi kalian para pendidik, apa kalian sudah mencoba metode pembelajaran PAKEM? Apa itu metode pembelajaran PAKEM? PAKEM yang merupakan singkatan dari pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan merupakan sebuah model pembelajaran kontekstual yang melibatkan paling sedikit empat prinsip utama yaitu: interaksi, komunikasi, refleksi, eksplorasi, menurut Maaruf dalam Jurnal Geliga Sains yang berjudul Implementasi Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) untuk Pendidikan SAINS di Sekolah.
PAKEM memungkinkan adanya interaksi aktif antara pendidik, murid, sumber belajar serta lingkungan belajar. Interaksi aktif akan terjadi jika terjalin komunikasi aktif antar peserta belajar melalui berbagai model pembelajaran seperti cerita, diskusi serta simulasi dari apa yang dipelajari. Dengan membangun interaksi dan komunikasi aktif, murid dapat merefleksikan makna serta kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Selain itu, murid dapat melakukan eksplorasi terhadap materi belajar melalui berbagai cara seperti pengamatan, percobaan, penyelidikan dan/atau wawancara. Kunci dari keberhasilan PAKEM adalah bagaimana pendidik dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga murid mampu memahami makna belajar yang sesungguhnya secara mandiri.
PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Apa maksud dari Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan tersebut? Mari kita uraikan satu persatu. “Aktif” yang dimaksudkan ialah pendidik harus menciptakan susasana agar murid memiliki rasa penasaran yang tinggi pada suatu yang dipelajari, sehingga murid aktif bertanya dan mengemukakan pendapatnya akan hal – hal baru yang dipelajari. Pendidik harus memberi kesempatan bagi muridnya untuk melakukan proses aktif tersebut pada proses pembelajaran. Hal tersebut dapat membantu murid memperoleh pemehaman yangmendalam pada materi yang dipelajari.
Dalam proses pembelajaran pendidik akan menghadapi murid – murid dengan beragam cara belajar. Misalkan murid A akan lebih mudah memahami pembelajaran dengan mendengarkan materi dari pendidik, murid B lebih mudah memahami materi dengan menulis, dan murid C lebih mudah memahami materi dengan peragaan alat atau praktek langsung. Apa yang harus dilakukan agar semua murid dapat memahami materi dengan baik? Maka dari itu pendidik harus menciptakan pembelajaran yang “Kreatif”. Hal tersebut dapat dilakukan melalui berbagai model pembelajaran seperti cerita, diskusi, serta simulasi role-play. Sehingga dapat tercipta suasana “menyenangkan” dari proses pembelajaran itu sendiri.
Tapi tunggu dulu, kegiatan belajar yang Aktif, Kreatif, dan Menyenangkan belum tentu bisa “efektif”, Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai murid setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
Baru – baru ini muncul persoalan baru terkait metode pembelajaran pada masa pandemic Covid-19 yang berdampak perubahan pada semua tatanan kehidupan, termasuk pendidikan. Sistem pendidikan yang semula pembelajaran tatap muka berganti dengan pembelajaran dalam jaringan (daring). Pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi, pada dasarnya dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan ragam media pendukung, antara lain: Blog, Youtube, Google Classroom, Zoom, Moodle, dan lain-lain. Pemanfaatan audio, video, teks, animasi, virtual reality (VR), augmented reality (AR), mixed reality (MR) dapat disematkan dalam berbagai media yang ada untuk menambah ketertarikan muridr dalam mengikuti proses pembelajaran.
Meskipun dengan pembelajaran dalam jaringan (daring), apakah metode Pembelajaran PAKEM masih bisa digunakan?Pembelajaran daring yang mendukung PAKEM, perlu kreatifitas, inovasi serta motivasi dari pendidik yang dapat membangkitkan suasana belajar yang aktif dalam suatu proses pembelajaran. Salah satu tantangan dalam pembelajaran yang dihadapi adalah sulitnya keterlibatan aktif murid dalam suatu proses pembelajaran. Faktor yang menjadi menyebab sulitnya PAKEM dalam daring adalah penyampaian materi membosankan, materi sulit dipahami, siswa kesulitan mengikuti proses pembelajaran, alat bantu tidak mendukung dan lain sebagainya. Sedangkan kendalanya, sebagian besar disebabkan keterbatasan peralatan teknologi serta kemampuan menggunakan teknologi. Merancang pembelajaran daring dengan menerapkan konsep PAKEM, sangat mungkin dilakukan dengan jalan merencanakan pembelajaran daring secata matang adalah kunci keberhasilan dalam proses pembelajaran. Berbagai media penunjang dapat ditambahkan untuk meningkatkan kreatifitas serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Sedangkan pemanfaatan konsep gamifikasi dapat dilakukan untuk meningkatkan partisipasi aktif pebelajar, dan motivasi belajar. Semantara pendidik diharapkan mampu menjadi fasilitator yang kreatif dan aktif dalam seluruh proses pembelajaran dengan harapan setiap murid dapat menikmati proses belajar yang kreatif, aktif, menyenangkan dan efektif.
Koran Mata Banua
https://matabanua.co.id/2021/06/16/e-paper-harian-pagi-mata-banua-rabu-16-juni-2021/