Penguatan Literasi Baru Untuk Menghadapi Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0
Tanggal : 05 Apr 2021
Ditulis oleh : ULFA NUR LATIFAH
Disukai oleh : 0 Orang
Penguatan Literasi Baru Untuk Menghadapi Tantangan di Era Revolusi Industri 4.0
Kemajuan teknologi saat ini berkembang sangat cepat dan berpengaruh terhadap seluruh aspek kehidupan. Hal ini membuat kehidupan menjadi serba mudah dan cepat. Era Revolusi Industri 4.0 dapat dikatakan menjadi pintu utama adanya kemajuan teknologi. Namun dibalik kehidupan yang serba mudah, budaya literasi justru semakin menurun. Terutama pada generasi muda yang lebih senang bermain sosial media daripada membaca buku dan mencari informasi. Hal ini meyebabkan kualitas pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara lain.
Di era digital seperti saat ini, dengan gawai pintar yang ada di genggaman kita maka dengan mudah kita bisa mendapatkan berbagai informasi dengan cepat dimana saja dan kapan saja. Tetapi, perlu diingat juga bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak semuanya terpercaya. Banyak juga berita-berita bohong, provokasi ujaran kebencian, dan penipuan. Jangan sampai kita dibodohi oleh teknologi akan tetapi, kita yang seharusnya bisa cerdas dan berwawasan luas dengan bantuan teknologi. Dengan demikian, kita perlu menguasai literasi baru untuk menghadapi tantangan pada Era Revolusi Industri 4.0. Kemampuan literasi baru yang harus dikuasai, seperti literasi digital, literasi data, dan literasi manusia
Literasi dapat diartikan sebagai melek aksara. Literasi selalu dikaitkan dengan kegiatan membaca, padahal literasi pada saat ini bukan hanya dengan membaca buku dan menulis saja. Akan tetapi, berliterasi juga bisa dilakukan pada saat kita membaca permasalahan dan menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan keterampilan yang kita miliki. Literasi pada Era Revolusi Industri 4.0 merupakan hal yang penting bagi manusia karena kemampuan literasi bisa menjadi kunci untuk berproses menjadi manusia yang berwawasan dan berkarakter.
Pada tingkat terluas, literasi dapat dilaksanakan dengan beberapa pendekatan. Pertama, cepat mengidentifikasi masalah penting yang terjadi. Kedua, menemukan informasi yang berguna terkait dengan masalah yang terjadi. Ketiga, mengevaluasi secara kritis informasi yang ditemukan. Keempat, menyintesis berbagai sumber informasi untuk menentukan solusi dari suatu permasalahan.
Pada Era Revolusi Industri 4.0 salah satu kemampuan literasi yang harus dimiliki, yaitu literasi digital. Literasi digital adalah upaya untuk mencari, menemukan, memanfaatkan, menganalisa, dan menggunakan teknologi dan internet. Literasi digital ditujukan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menganalisa informasi di dunia digital. Literasi digital menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat, karena perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan kecerdasan maka akan menimbulkan dampak yang negatif bagi manusia itu sendiri.
Secanggih apapun teknologi maka kita harus bisa memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya. Jika kita bisa memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya, maka kita akan mendapatkan nilai guna yang positif dan bisa terhindar dari hal-hal yang negatif. Oleh karena itu, literasi digital seharusnya mampu mendorong seseorang menjadi lebih bijaksana dalam menggunakan teknologi dan internet.
Selain literasi digital, kita juga harus menguasai literasi data. Literasi data merupakan kemampuan membaca, menganalisis, serta memanfaatkan data dan informasi. Untuk bisa memahami literasi data maka harus diawali dengan hal yang sederhana terlebih dahulu, seperti membaca berita. Dengan membaca berita maka kita bisa menganalisa dan mencari tahu kebenaran informasi tersebut. Literasi data bertujuan agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang valid berdasarkan data dan sumber yang akurat. Dengan adanya literasi data, diharapkan para masyarakat mampu untuk menangkal berita bohong dan tidak mudah tertipu dengan informasi-informasi yang belum teruji kebenarannya.
Yang terakhir, yaitu literasi manusia. Literasi manusia adalah kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, kreatif dan inovatif. Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting pada Era Revolusi Industri 4.0. Berpikir kritis bukan hanya berpikir seperti biasanya, tetapi berpikir kritis merupakan kegiatan yang melibatkan berbagai macam proses dalam berpikir. Berpikir kritis akan terbentuk secara perlahan-lahan jika kita meningkatkan budaya literasi.
Selain berpikir kritis, literasi manusia juga menekankan agar memiliki jiwa yang kreatif dan inovatif. Kreatif adalah kemampuan untuk membuat perpaduan baru berdasarkan data atau unsur-unsur yang telah ada sebelumnya. Sedangkan inovasi merupakan ide atau cara-cara membuat sesuatu yang baru dan efektif digunakan sesuai dengan perkembangan zaman. Literasi manusia yang digagas oleh pemerintah lebih mengutamakan pada penguatan sumber daya manusia yang memiliki keunggulan dalam berkomunikasi dan mendesain. Dengan menguasai literasi manusia, diharapkan Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki keterampilan dalam menggunakan teknologi dan mampu menghadapi tantangan di Era Revolusi Industri 4.0.
Ada banyak keuntungan serta tantangan besar yang harus dihadapi pada Era Revolusi Industri 4.0. Oleh karena itu, pada zaman yang canggih ini dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki karakter, kompetensi, skill, dan kemampuan literasi yang tinggi. Sehingga, bisa membawa perubahan serta memberikan solusi bahkan inovasi terhadap berbagai tantangan yang muncul pada era kemajuan teknologi seperti saat ini.
Manusia yang memiliki kemampuan dalam berliterasi tidak akan terlindas oleh perkembangan zaman dan bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari kemajuan teknologi yang sangat pesat. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita meningkatkan budaya literasi agar bisa menjadi manusia yang unggul dan cerdas, serta bisa menghadapi tantangan-tantangan yang terjadi pada Era Revolusi Industri 4.0.