Peralihan Sarana dan Prasarana Sekolah di Masa Pandemi
Tanggal : 03 Sep 2021
Ditulis oleh : Nur Aini Eka Sari
Disukai oleh : 0 Orang
Manajemen sarana dan prasarana (sarpras) merupakan salah satu komponen yang menunjang kegiatan belajar mengajar di suatu sekolah untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Manajemen sarana dan prasarana di suatu sekolah berkaitan dengan segala sesuatu yang digunakan dalam proses belajar mengajar, seperti papan tulis, meja dan kursi, LCD, guru, sapu, buku, kelas, laboratorium dan lain-lain yang digunakan dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).
Sarana dan prasarana di suatu sekolah juga menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua atau wali siswa untuk mendaftarkan putra putrinya di suatu sekolah. Pasalnya, mereka berfikir bahwa semakin baik sarana dan prasarana di suatu sekolah maka semakin baik pula mutu sekolah tersebut. Hal tersebut tentunya menyebabkan sekolah-sekolah bersaing untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada guna mencapai tujuan pembelajaran dengan mudah serta mencetak lulusan terbaik dan berkompeten.
Sarana dan prasarana di suatu sekolah memiliki peran yang sangat penting dan krusial untuk menghasilkan siswa-siswa yang berprestasi dan berbakat. Dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap maka siswa tidak akan lagi kesulitan untuk mengembangkan minat dan bakatnya masing-masing. Namun, hal tersebut tidak berlaku di masa pandemi seperti saat ini. Semua kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online (Daring) sehingga sarana dan prasarana di suatu sekolah tidak terlalu dibutuhkan lagi oleh siswa.
Pengalihan model pembelajaran dari Luring (secara langsung/ offline) menjadi Daring (tidak langsung/online) membuat sarana dan prasarana di suatu sekolah juga harus dialihkan. Dalam hal ini, tentunya sekolah belum akan memikirkan untuk mengadakan sarana dan prasarana baru untuk mendukung sekolah offline tetapi sekolah harus memikirkan untuk mengalihkan sarpras offline tersebut menjadi sarpras online atau sarpras yang digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara online (Daring).
Kuota internet merupakan salah satu pengalihan sarpras offline menjadi online. Pasalnya, dalam masa pandemi seperti saat ini siswa tidak lagi memerlukan buku pendamping (LKS), papan tulis, meja dan kursi untuk menunjang kegiatan belajar mereka. Namun, mereka memerlukan kuota internet untuk belajar dan mengumpulkan informasi-informasi dari berbagai sumber belajar di internet seperti dari jurnal, website, ataupun yang lainnya. Pemberian kuota internet tersebut bertujuan agar siswa-siswa di suatu sekolah tetap bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik tanpa terkendala “tidak ada kuota” karena masalah dalam dunia pendidikan saat ini salah satunya yaitu keterbatasan sinyal dan kuota internet sehingga penting bagi suatu sekolah untuk mencukupi kebutuhan kuota internet bagi siswa-siswanya.
Pengalihan sarana dan prasarana offline menjadi online yang lainnya adalah mengenai website-website yang dapat digunakan oleh siswa dan guru untuk menunjang proses belajar mengajar. Keberadaan website pada masa pandemi ini sangatlah mempermudah guru dan siswa salah satunya ketika memberi dan mengumpulkan tugas. Selain itu, adanya website sekolah juga dapat digunakan oleh pihak sekolah untuk memberikan pengumuman-pengumuman penting bagi siwa, guru, orang tua atau wali, maupun pihak diluar sekolah yang ingin mencari tahu mengenai sekolah tersebut.
Menyediakan room online untuk menggatikan prasarana kelas, seperti zoom meeting, google meeting, atau room online lainnya. Pasalnya jika guru ingin mengadakan pertemuan secara tatap muka dengan siswanya maka guru dapat menggunakan room online tersebut untuk kegiatan belajar mengajar sekaligus untuk berkenalan dengan siswa barunya atau untuk mengobati rindu dengan siswa-siswanya. Selama belajar online (Daring) ini pastinya banyak guru yang hanya memberikan video materi saja kepada siswanya namun jarang untuk berdiskusi langsung dengan siswanya. Padahal hal tersebut justru akan membuat siswa cepat bosan dan materi yang disampaikan tidak akan diterima dengan baik oleh siswa. Sehingga sekolah perlu menyediakan room online yang dapat berupa zoom meeting atau google meeting untuk memudahkan guru dalam mengajar dan menyampaikan materi kepada siswanya.
Pengalihan sarana dan prasarana tersebut tentunya harus terus dilakuakn dan terus diperbaiki oleh pihak sekolah supaya kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik dan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dpaat dicapai dengan mudah. Selanjutnya, pangalihan sarana dan prasarana pada masa pandemi ini juga tidak hanya sekedar untuk menunjang kegiatan belajar mengajar ketika pandemi (belajar secara Daring) tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi sekolah untuk mengembangkan sarana dan prasarana online setelah masa pandemi berakhir. Hal tersebut tentunya akan memberikan dampak baik pada sekolah dan juga guru karena semakin majunya zaman maka teknologi pun juga akan semakin maju dan canggih sehingga perlu bagi pihak sekolah dan guru untuk mengembangkan sarana dan prasarana online untuk menunjang kegiatan belajaran mengajar ke depannya baik belajar mengajar secara online (Daring) atau belajar mengajar secara offline (Luring).
Link PDF : https://drive.google.com/file/d/1wmvTrsZTWqUDBBa6m2cxJcwzqb_e2Nmc/view?usp=sharing