Relevansi Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dengan Era Education 5.0

Tanggal : 12 May 2021

Ditulis oleh : MUHAMAD ADITYA HIDAYAH

Disukai oleh : 0 Orang

Society 5.0 adalah era masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 seperti Internet on Things (internet untuk segala sesuatu), Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Society 5.0 juga dapat diartikan sebagai sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi.

Di tengah ketidakpastian dan perubahan yang berlangsung cepat, terdapat berbagai prediksi yang menjadi tantangan. Drucker dalam Shahroom & Hussin (2018) meramalkan bahwa dunia pendidikan tinggi, keberadaan artificial intelligent yang diprediksi dapat menggantikan manusia, serta era big data yang memungkinkan siswa mengakses sumber-sumber pengetahuan dengan mandiri.

Guru sebagai salah satu komponen penting dalam pendidikan menghadapi tantangan yang tidak ringan, sehingga keberadaanya dikhawatirkan tergeser oleh peran teknologi. Untuk itu perlu dikaji tetap dibutuhkan dan tidak tergantikan oleh teknologi maupun robot.

Peran guru yang tidak dapat digantikan oleh teknologi maupun robot menjadi tantangan. Ki Hadjar Dewantara mengemukakan suatu sistem yang disebut sistem among. Sistem Among berasal dari bahasa Jawa yaitu mong atau momong, yang artinya mengasuh anak. Para guru atau dosen disebut pamong yang bertugas untuk mendidik dan mengajar anak dengan kasih sayang.

Tujuan dari Sistem Among adalah membangun anak didik untuk menjadi manusia beriman dan bertaqwa, merdeka lahir dan batin, budi pekerti luhur, cerdas dan berketrampilan, serta sehat jasmani dan rohani agar menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab atas kesejahteraan tanah air serta manusia pada umumnya (Wangid, 2009).

Sistem among memberikan ruang bagi guru untuk berperan besar dalam pendidikan tidak hanya dalam hal transfer of knowledge namun dalam membentuk budi pekerti anak. Dalam sistem among, guru diharapkan memiliki pandangan bahwa murid memiliki jiwa yang merdeka. KI Hadjar Dewantara menyatakan dalam sistem among terdapat istilah Ing Ngarso sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani.

Berkaitan dengan jati diri bangsa dan budaya luhur yang keberadaannya dapat hilang akibat globalisasi dan transformasi digital, maka guru memiliki peran yang penting sebagai agen untuk mempertahankan budaya dan jati diri bangsa dalam melalui pembelajaran di kelas.

Georgetti, dkk (2017) menyatakan bahwa guru dapat menjadi agen paling efektif dari pengembangan budaya, perubahan bahkan mungkin berupa transfer. Dalam tataran implementasi, guru menerapkan prinsip Ing Ngarso sung Tulodho dengan menjadi contoh dan teladan bagi siswa baik dalam hal mempertahankan budaya dan jati diri bangsa maupun dalam hal berbagai ketrampilan yang diperlukan di era Society 5.0.

Guru harus menjadi contoh dalam berinovasi, kreatif, berpikir kritis, bekerjasama. Guru juga diharapkan mampu menjadi contoh bagaimana menggunakan tekonogi dalam pembelajaran, dan tidak kalah pentingnya adalah guru mampu memberi contoh dalam perilaku yang mulia.

Prinsip Ing Madyo Mangun Karso berarti di tengah memberikan motivasi, artinya bahwa guru diharapkan mampu memberikan dorongan kepada siswa dalam upaya membentuk karakter yang mulia dan memberikan dorongan dalam upaya membentuk berbagai ketrampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi Society 5.0.

Prinsip Tut Wuri Handayani, artinya guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk berinovasi, mencipta, berfikir kratif, memecahkan masalah, dan bekerjasama dalam pembelajaran. Ketiga prinsip ini dilakukan dengan silih asah, silih asih dan silih asuh. Artinya bahwa guru memiliki peran tidak hanya mengasah kognitif murid, namun juga mendidik dengan kasih sayang. Peran guru seperti yang dikemukakan KI Hadjar Dewantara inilah yang menjadikan sosok guru tidak dapat digantikan oleh teknologi, robot maupun kecerdasan artifisial.

 

 

Koran : Belitung Pos

 

Link Koran :

https://drive.google.com/file/d/19ioYsii0FIYujKaQvo0QDvruiEDwd9A4/view?usp=drivesdk




POST TERKAIT

POST TEBARU