Sinkronus dan Asinkronus pada Pembelajaran Jarak Jauh

Tanggal : 16 Apr 2021

Ditulis oleh : Nur Safirah Mitasari

Disukai oleh : 0 Orang

Pembelajaran tatap muka akan segera diselenggarakan bulan Juli 2021. Seperti yang diungkapkan Nadiem Makarim dalam acara Pengumuman Surat Keputusan Bersama sejumlah menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) mengatakan bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) resmi mewajibkan  sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka setelah guru dan tenaga kependidikan mendapatkan vaksinasi COVID-19. Nadiem akan melakukan uji coba terhadap beberapa sekolah. Jika dalam sekolah tersebut terdapat kasus positif COVID-19, maka sekolah akan ditutup sementara.

Keputusan ini membuat para orangtua mempertimbangan adanya kebijakan tersebut. Dikarenakan kasus COVID-19 saat ini belum juga menurun sehingga ditakutkan anak-anak mereka akan mudah tertular COVID-19. Sekolah juga harus menyediakan prasarana untuk meminimalisir penularan virus COVID-19 seperti: alat pengecek suhu, area wajib bermasker, wastafel yang memadai, serta pengurangan kapasitas siswa dalam kelas.

Sembari menunggu diberlakukan pendidikan tatap muka untuk semua sekolah, saat ini pendidikan masih berlangsung dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) telah dilaksanakan sejak pandemi COVID-19 yang menyerang Indonesia pada Maret 2020 hingga saat ini. Sejak saat itu, timbul permasalahan dalam dunia pendidikan. Sesuai dengan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor 467 Tahun 2020 tentang Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2020/2021 dan Kesiapan Dimulainya Kegiatan Belajar dan Mengajar. Selama pandemi, kegiatan belajar dan mengajar dilakukan dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dan Keputusan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Dengan adanya keputusan tersebut, proses belajar dan mengajar dilakukan dirumah masing-masing. Gedung sekolah sudah tidak lagi dipergunakan untuk melakukan proses pengajaran pendidikan.

Dalam mengatasi masalah tersebut, guru membuat rekonstruksi manajemen pendidikan untuk digunakan dimasa pandemi COVID-19. Menurut B.N Marbun, rekonstruksi adalah  upaya penyusunan kembali dari bahan-bahan yang ada kemudian disusun seperti semula atau sebagaimana adanya. Manajemen pendidikan sendiri memiliki arti suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang melakukan kerjasama antar sekelompok manusia untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Manajemen pendidikan memiliki tujuan serta manfaat yaitu; terciptanya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, efektif serta kreatif. Oleh sebab itu, rekonstruksi manajemen pendidikan menjadi solusi agar tercapainya tujuan pendidikan pada masa pandemi COVID-19. Salah satunya dengan melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dilakukan secara daring atau online menggunakan media digital. Dalam melaksanakan kegiatan proses belajar dan mengajar, guru menerapkan pendekatan Sinkronus dan Asinkronus. Agar proses pembelajaran berlangsung dengan efektif dan maksimal, guru mengkombinasikan kedua pendekatan tersebut.

Pendekatan Sinkronus merupakan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa pada waktu yang sama atau  real-time. Pada proses pembelajaran ini, memungkinkan adanya interaksi antara  siswa dan guru untuk saling bertanya dan menjawab  pertanyaan dengan segera. Platform yang digunakan pada pendekatan Sinkronus yaitu Zoom, Goggle Meet, dll. Zoom sering kali digunakan karena Zoom merupakan aplikasi berbasis video sehingga guru dan siswa dapat bertatapan dan berinteraksi secara langsung pada saat proses belajar dan mengajar meskipun hanya lewat layar ponsel atau laptop dan juga penggunaan aplikasi Zoom yang sangat mudah diakses. Jadi, siswa tinggal masuk ke platform Zoom menggunakan link yang telah diberikan oleh sang guru.

Manfaat menggunakan pendekatan Sinkronus yaitu terdapat interaksi antara guru dan siswa pada waktu yang sama atau real-time, sehingga jika ada materi yang sulit dipahami atau kurang jelas siswa bisa langsung bertanya kepada guru. Adapun kelemahan menggunakan pendekatan ini yaitu pertama; pada saat proses pembelajaran menggunakan Zoom atau platform lainnya yang berbasis video, tidak sedikit mahasiswa yang sedang melakukan aktivitas lain, sehingga tidak fleksibel, kedua; masalah sinyal. Belum meratanya sinyal atau jaringan di suatu daerah membuat sebagian mahasiswa kesulitan dalam melakukan proses pembelajaran dikarenakan sinyal yang hilang-hilangan atau bahkan tidak ada sama sekali. Hal ini juga akan berpengaruh pada data kehadiran, ketiga; menguras kuota intenet. Platform yang digunakan berupa video dan siswa diwajibkan untuk menyalakan kamera sehingga kuota internet yang diperlukan lumayan besar. Apalagi jika dalam satu hari terdapat 3 atau lebih mata pelajaran yang mengharuskan menggunakan Zoom.

Adapun pendekatan Asinkronus yaitu merupakan proses pembelajaran yang berlawanan dengan Sinkronus, dimana siswa dapat belajar kapan saja dan dimana saja. Jadi, guru biasanya akan memberikan materi dan siswa dapat mempelajari materi tersebut kapan pun dan dimanapun. Platform yang digunakan baisanya yaitu WhatsApp, E-Learning, dll. Keuntungan menggunakan pendekatan ini yaitu pertama; fleksibilitas. Dimana siswa bebas untuk mempelajari materi kapan saja  dan dapat menyesuaikan dengan aktivitas kita, kedua; kita bisa mengulang video yang diberikan, ketiga; kuota yang diperlukan lebih sedikit dibandingkan menggunakan paltform berbasis video seperti Zoom, Google Meet , dll. Adapun kelemahan pada pendekatan ini yaitu, banyak siswa yang hanya membaca materi tanpa memahami isinya, bahkan seringkali siswa lupa untuk mempelajari materi, serta berkurangnya interaksi sosial seperti berdiskusi dan menyatakan pendapat dengan siswa lainnya sehingga siswa akan terlihat pasif.

Dalam dunia pendidikan tidak ada satu pendekatan atau metode pembelajaran yang terbaik untuk siswa, karena kita harus memperhatikan situasi atau kondisi. Jadi setiap metode atau pendekatan memiliki kelebihan serta kekurangan. Seperti halnya pendekatan Sinkronus dan Asinkronus yang masing-masing memiliki kelebihan serta kekurangan. Dalam kondisi seperti ini mengkombinasikan pendekatan Sinkronus dan Asinkronus merupakan cara yang tepat dan cukup efektif. Pembelajaran jarak jauh maupun pembelajaran tatap muka masing-masing juga memiliki konsekuensi yang harus dihadapi. Sebenarnya pembelajaran yang dilakukan secara PJJ maupun tatap muka sama saja, yang terpenting adalah cara kita sebagai individu mengatasi dan menjalakan semuanya dengan baik. Oleh karena itu, dalam keadaan apapun pendidikan harus tetap terlaksana dengan baik, meskipun terdapat banyak kendala yang harus dihadapi.




POST TERKAIT

POST TEBARU