Spirit Literasi Masa Kini di Hari Kartini
Tanggal : 22 Apr 2021
Ditulis oleh : Dwi Rizki Mutiarasani
Disukai oleh : 0 Orang
Memaknai hari Kartini seharusnya tidak hanya mengedepankan unsur perayaan belaka. Sudah sepatutnya kita mengimplementasikan nilai perjuangan dan teladan yang dilakukan oleh salah satu pahlawan wanita paling fenomenal yaitu Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau yang biasa dikenal R.A Kartini. Beliau sangat terkenal karena perjuangannya dalam memperjuangkan emansipasi wanita dengan pemikiran-pemikirannya yang sangat menakjubkan.
Berangkat dari kisah hidupnya, Kartini tidak bisa mengenyam pendidikan tinggi. Pada usianya 12 tahun ia terpaksa menghentikan jalan pendidikannya. Ia sudah harus melaksanakan pingitan –tradisi pengurungan calon pengantin perempuan dalam rumah– sampai acara pernikahannya. Begitulah kerasnya kungkungan adat pada masa itu yang mengharuskan perempuan untuk mengabdi menjadi istri serta ibu rumah tangga di usia belia dan mengharuskan mereka putus sekolah.
Kendati demikian, Kartini tidak pula mengurungkan pikirannya. Berbekal kemampuan bahasa Belanda yang dimilikinya serta kebiasaannya menulis, ia mulai berkorespondensi melalui surat kepada teman-temannya dari Belanda. Ia juga tidak meninggalkan kebiasaan berliterasinya. Ia membaca buku-buku, surat kabar, dan majalah yang dikirimkan oleh teman-temannya tersebut. Tidak kalah menarik, beberapa tulisan Kartini pun pernah diterbitkan salah satu majalah wanita pada saat itu.
Dibalik sosoknya yang sangat cerdas dan pemikirannya yang tajam, tentunya tidak terlepas dari kebiasaannya dalam berliterasi. Ia bahkan disebut sebagai penulis yang hebat pada zaman itu. Lewat tulisan-tulisannya itulah ia mencurahkan dan menyerukan gagasannya tentang ‘keresahan dan ketidaksenangannya’ terhadap diskriminasi yang dialami kaum wanita pribumi saat itu. Menurutnya, wanita pribumi juga perlu memperoleh kebebasan, persamaan, dan kesetaraan hukum yang sama, bebas dalam menuntut pendidikan serta dibebaskan dari adat yang mengekang wanita.
Kecakapannya dalam menulis yang ia gunakan secara optimal mampu membuahkan hasil yang manis. Ia dengan semangat selalu menyerukan iklim emansipasi dan kesederajatan antara kaum wanita dan pria. Lewat tulisannya, ia mampu merobek budaya patriarki yang sekian lama telah membelenggu kaum wanita.
Menulis tentunya tidak terlepas dari kebiasaan berliterasi. Kebiasaan membaca akan meningkatkan wawasan dan pengetahuan kita, sehingga mampu untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas. Dari kisah R.A Kartini, kita bisa melihat bagaimana dahsyatnya efek yang diberikan lewat tulisan. Tidak terlalu berlebihan agaknya apabila disamakan dengan pernyataan “Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala, namun satu tulisan mampu menembus ribuan bahkan jutaan kepala” – Sayyid Quthb
Literasi masa kini tidak hanya berbekal ilmu membaca, menulis dan juga berhitung. Untuk meningkatkan daya saing pendidikan saat ini – agar tidak tertinggal perkembangan zaman – kemampuan literasi yang dimiliki juga harus ditingkatkan. Literasi masa kini mencangkup literasi teknologi, data, serta manusia.
Literasi Teknologi
Merupakan kemampuan menggunakan dan memahami cara kerja teknologi digital, mesin serta aplikasi teknologi lainnya untuk menciptakan informasi yang bermanfaat dalam bidang sosial maupun pendidikan. Masyarakat akan memperoleh berbagai manfaat dan keuntungan dalam segala aspek kehidupannya melalui pemanfaatan teknologi informasi di era saat ini. Kehidupan saat ini mengharuskan kita untuk melek teknologi serta memanfaatkan segala kemudahan yang disediakan oleh teknologi. Dengan memahami teknologi, kita juga dapat untuk membuat suatu teknologi canggih yang mampu memiliki daya guna yang tinggi.
Literasi Data
Merupakan kemampuan membaca, menganalisis juga menggunakan data dan informasi (big data) pada dunia digital. Data dan informasi ini sangat bermanfaat bagi penggunanya. Big data digunakan untuk mengambil data-data masyarakat, serta membuat kecerdasan buatan untuk digunakan oleh perusahan. Di zaman seperti saat ini kita perlu menguasai pentingnya data pribadi. Apabila kita tidak dapat menelaah, menganalisis, serta memanfaatkan data dan informasi yang ada, bisa saja data pribadi kita digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika kita mampu mengolah data dengan baik, maka big data mampu memberikan nilai sebagai peluang kemajuan berbagai sektor di Indonesia.
Literasi Manusia
Yaitu kemampuan yang dibutuhkan agar manusia dapat berperan baik di lingkungannya. Hal ini dapat dilaksanakan dengan komunikasi dan Humanities. Humanities meliputi bagaimana seseorang berperilaku di dalam masyarakat, termasuk juga adab, etika serta tindakan dan sopan santun. Selain itu, diperlukan pengetahuan etika dalam berkomunikasi baik antar individu maupun kelompok. Keberadaan literasi menjadikan seseorang mudah untuk berkomunikasi dalam masyarakat. Artinya, pengetahuan serta kemampuan literasi yang baik merupakan kunci masa depan seseorang untuk menjalankan kehidupan sosialnya.
Literasi masa kini mampu membekali kita untuk menghadapi era kecanggihan teknologi yang begitu pesat. Kondisi seperti ini semestinya mampu memecut semangat kita untuk lebih kreatif serta produktif dalam berliterasi. Spirit literasi inilah yang juga dapat kita realisasikan untuk mengenang sosok R.A Kartini. Sudah sepantasnya Hari Kartini menjadi momentum untuk menghidupkan budaya berliterasi. (Sulteng Raya)