Urgensi Proteksi Perangkat Digital

Tanggal : 19 Oct 2021

Ditulis oleh : SUPATMI WULANDINI

Disukai oleh : 0 Orang

Proteksi perangkat digital merupakan perlindungan perangkat digital seperti handphone, tablet, dan komputer dari berbagai ancaman malware. Malware adalah singkatan dari malicious software yaitu perangkat lunak yang dirancang untuk mengontrol perangkat secara diam-diam. Perangkat lunak ini dapat mencuri data pribadi dan uang dari pemilik perangkat secara diam-diam. Perangkat lunak ini digunakan oleh peretas untuk mencuri sandi, nama akun, mencari lokasi, dan melihat aktifitas dari pengguna perangkat digital secara diam-diam. Pencurian data pribadi juga dapat dilakukan dengan cara mengakses langsung pada perangkat digital milik orang lain.

Malware biasanya disamarkan oleh peretas dalam pelaksanaannya menipu para pengguna perangkat digital. Malware disamarkan dalam bentuk aplikasi seluler yang tampak aman di toko aplikasi atau suatu web. Peretas membuat aplikasi tiruan dari aplikasi resmi yang akan diisi malware. Aplikasi tiruan tersebut memberikan kebebasan dalam mengakses suatu aplikasi tanpa berbayar. Aplikasi ini biasanya diedarkan di luar toko aplikasi resmi. Ketika pengguna perangkat digital mengunduh aplikasi ini maka peretas dapat mencuri data dan uang dari pengguna perangkat digital tersebut.

Menurut data dari Microsoft pada hasil riset Asia Pasifik pada edisi terbaru Security Endpoint Threat Report 2019 yang mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki tingkat malware tertinggi di kawasan Asia. Berdasarkan data tersebut sebaiknya warga Indonesia berhati-hati dalam menggunakan perangkat digital. Selain itu pemahaman tentang proteksi perangkat digital seperti handphone, tablet, dan komputer sebaiknya ditingkatkan. Upaya meningkatkan proteksi perangkat digital agar pengguna perangkat digital dapat terhindar dari ancaman peretas yaitu :

Pertama, memanfaatkan fitur kata sandi. Menggunakan fitur kata sandi pada handphone, tablet maupun komputer dapat meningkatkan proteksi perangkat digital. Kata sandi ada yang berbentuk pola dan angka. Kata sandi sebaiknya hanya disimpan sendiri. Tidak memberikan kata sandi kepada orang lain meskipun orang terdekat. Hal ini dapat melindungi data pribadi dalam perangkat digital. Selain itu, dalam membuka kata sandi sebaiknya berhati-hati dan diusahakan tidak terlihat orang lain demi keamanan data pribadi.

Kedua, menggunakan fitur fingerprint authentication. Fitur ini melindungi handphone menggunakan deteksi sidik jari. Fitur ini melindungi handphone dengan baik dan aman karena handphone hanya akan terbuka jika terdeteksi sidik jari dari pengguna handphone. Orang lain hanya akan melihat pengguna membuka handphone sedangkan mereka tetap tidak bisa membuka handphone tersebut.

Ketiga, menggunakan fitur pencocokan wajah. Fitur ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi karena handphone hanya akan terbuka jika mendeteksi wajah dari pengguna handphone tersebut. Keempat, fitur cari perangkat saya. Fitur ini diaktifkan untuk mencari perangkat digital yang hilang, mengunci file, dan penghapusan data jarak jauh ketika ponsel kita hilang. Fitur ini melindungi perangkat digital dengan baik karena dapat melacak dan menghapus data pada ponsel meskipun ponsel hilang ataupun dicuri.

Kelima, menggunakan fitur back-up data. Fitur ini dapat mencadangkan data kita seperti foto, video, dokumen, dan arsip penting. Untuk melindungi data tersebut kita bisa mencadangkan data secara rutin ke internet maupun melalui aplikasi yang dapat dipasang di perangkat seperti Onedrive dan Google Drive. Kita dapat memulihkan dan mengakses data dari fitur back-up pada perangkat seluler. Pastikan kata sandi pada aplikasi tidak diketahui orang lain agar aman.

Keenam, menggunakan fitur antivirus. Sering kali virus seperti Malware dapat masuk ke dalam komputer maupun handphone. Pemasangan antivirus pada komputer dan handphone dapat melindungi data pribadi pengguna agar tidak dicuri oleh orang lain. Ketujuh, menggunakan fitur enkripsi full disk. Enkripsi adalah proses penyandian pesan sehingga hanya pemilik sandi yang dapat membuka dokumen tersebut. Fitur ini mencakup semua sistem, program dan data yang ada pada komputer. Tanpa mengetahui sandi  pada fitur ini maka peretas akan sulit dalam mencuri data pemilik komputer.

Kedelapan, menggunakan fitur shredder. Adapun Shredder merupakan fitur penghapus data secara permanen sehingga data akan benar-benar terhapus dan tidak bisa diakses oleh orang lain. Fitur ini terdapat pada komputer. Terakhir, mengelola perangkat digital yang sudah rusak. Upaya ini dapat dilakukan dengan menghapus permanen semua data. Apabila handphone sudah rusak maka penghapusan data dapat melalui aplikasi VNC yang disambungkan pada komputer.

Kita sebaiknya sadar akan pentingnya perlindungan pada perangkat digital. Keamanan perangkat digital harus dijaga oleh masing-masing pengguna agar tidak memberikan kesempatan bagi peretas untuk mencuri data-data kita. Upaya-upaya diatas dapat dilakukan sebagai usaha dalam melindungi data pribadi dari orang lain. Jangan biarkan data kita dicuri oleh orang lain yang akan merugikan diri sendiri.

Koran : Mata Banua

Link : https://matabanua.co.id/2021/10/18/e-paper-harian-pagi-mata-banua-senin-18-oktober-2021/




POST TERKAIT

POST TEBARU